Log in

Saksi Sebut Pembuatan Sertifikat Tanah Dipungut Biaya


Langkat-andalas Sidang gugatan perdata digelar di ruang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Stabat menghadirkan tiga saksi dari tergugat, masing-masing Gunawan, Ibrahim, dan  Sulimin, Selasa (13/3). Di depan Ketua majelis hakim dipimpin Hasanudin SH, MHum dan hakim anggota Syafanudin Siregar, dan Dr Firdaus Sifaat, ketiga saksi menyebut pengurusan pembuatan surat PTSL/Prona dikenakan (dipungut) biaya sebesar Rp 600 ribu. Pembuatan yang dilengkapi dengan materai itu diserahkan kepada saudara Warsito dan Nuriadi. Saksi Gunawan mengatakan, pembuatan PTSL/Prona pada tahun 2017 lalu dikenakan biaya Rp 600 ribu, dan surat tersebut sudah diterima  dari Warsito.

“Kenapa saya mau datang menjadi saksi terlapor di ruang pengadilan ini karena semata-mata saya merasa kecewa. Sebab, program dari pemerintah pembuatan sertifikat tanah gratis, kenapa dikenakan biaya,” ujarnya. Sedangkan saksi Sulimin mengaku telah memberikan uang kepada Warsito sebesar Rp 600 ribu, di rumah Nuriadi. Tapi, sampai saat ini dia belum menerima sertifikat tersebut. “Sementara uang sudah diserahkan bersamaan. Tapi, kenapa surat tanah mereka sudah keluar, surat tanah saya tidak,” kesal Sulimin. Demikian juga pengakuan Ibrahim. Untuk pembuatan sertifikat pada tahun 2017, dia mengaku dikenai biaya sebesar Rp 600 ribu. “Uangnya saya berikan langsung kepada warsito bersama temannya yang bernama Jumadi saat datang ke rumah ketika menjelang bulan puasa. Untuk pembuatan sertifikat, yang jelas dikenakan biaya oleh saudara Warsito,” tegas ketiga saksi di depan ketua majelis hakim. (HS)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 13 Dec 2018 26°C 23°C
  • 14 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px