Log in

Sakit Hati Ibu Dihina, Pensiunan ASN Dihabisi

Kapolres Binjai, AKBP Donald P Simanjuntak didampingi AKP Hendro Sutarno dan Kanit Pidum memperlihatkan tersangka dan barang bukti, Jumat (12/1). Kapolres Binjai, AKBP Donald P Simanjuntak didampingi AKP Hendro Sutarno dan Kanit Pidum memperlihatkan tersangka dan barang bukti, Jumat (12/1).

Harta Mama Tua Dikuras Tersangka

Binjai-andalas Satuan Resktim Polres Binjai mengungkap kasus pembunuhan Rosmin Boru Simanjuntak (61), pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Medan, yang ditemukan membiru di dalam kamarnya, Lingkungan l, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Selasa (9/1) sekira pukul 21.00 WIB. Tersangka adalah Angga Pranata Hasiholan Simamora (22), warga Jalan Purnawirawan, Kelurahan Satria Kodya Tebing Tinggi, yang merupakan tenaga honorer di lingkungan Pemko Tebing Tinggi. Dari tangan tersangka yang diamankan kurang dari 12 jam di rumah pacarnya  Evi, warga Perumahan Guru SD, Desa Pemantang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) itu, petugas menemukan barang bukti sepeda motor Vario baru seharga 22 juta, 2 pasang sepatu, 2 celana panjang, 2 unit HP milik korban, puluhan gram emas milik korban, mobil Innova hitam nomor polisi BK 1964 MN, puntung rokok, serta surat gadai emas  tertulis puluhan gram.

Kapolres Binjai, AKBP M Donald P Simanjuntak didampingi Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno dalam keterangan persnya, Jumat (12/1) mengatakan, motif  pembunuhan ini adalah perampokan. "Motifnya murni perampokan. Korban dibunuh pada hari Sabtu, atau tiga hari sebelum ditemukan,” terang Kapolres Binjai, AKBP Donald P Simanjuntak. Menurut Donald, antara korban dan tersangka mempunyai hubungan keluarga, sehingga memudahkan tersangka untuk keluar masuk ke dalam rumah korban. "Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk menguras harta korban, yang berujung pada kematian korban di dalam kamarnya dengan cara dicekik," bebernya. Tidak hanya itu, usai membunuh korbannya, tersangka juga mengaku menjual sebagian emas hasil rampokannya seharga Rp 30 juta.

"Saya sakit hati karena dimaki malam itu juga. Malah Mamak Tua (sebutan tersangka untuk korban) menghina mamak kandung ku yang sudah sakit, agar cepat mati. Makanya langsung saya cekik," aku tersangka kepada wartawan. Terpisah, pacar tersangka Evi, tidak menyangka kekasihnya itu tega membunuh keluarganya sendiri. Dia mengaku sempat diajak tersangka kencan belanja pakaian diduga menggunakan uang hasil kejahatan. "Kami ke hotel satu malam. Setelah itu, kami beli celana seharga Rp 499 ribu, dan beli baju kaos baju putih seharga Rp 70 ribu," beber Evi.

Evi juga mengatakan, pada hari Senin (dua hari setelah membunuh keluarganya), tersangka membawa uang sebesar Rp 30 juta. Selang sehari kemudian, tersangka kembali membawa uang jutaan rupiah serta perhiasan emas. "Saya benar-benar tidak tahu kalau Angga (tersangka) tega membunuh mamaktuanya. Dia mengaku emas itu dikasi sama Mamak Tuanya dengan alasan kebun kayu jati miliknya dijual kepada Mamak Tuanya. Bahkan, dia juga membeli sepeda motor baru," ungkap Evi kepada petugas petugas. Akibat kejadian ini, tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat 4 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati. Sedangkan teman tersangka yang bertugas sebagai sopir, kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). (DED)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 11.27 km/h

  • 20 Jan 2018 28°C 22°C
  • 21 Jan 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px