Log in

Sakit Hati, Dosen Wanita Racuni Anggota DPRD Hingga Tewas


Wonogiri-andalas  Aparat Polres Wonogiri menangkap seorang wanita berinisial N (41) yang berprofesi sebagai dosen di Kediri. Dia diduga sebagai pelaku pembunuhan caleg petahana DPRD Sragen, Sugimin di Wonogiri beberapa waktu lalu.

Penangkapan dilakukan pada Rabu (16/4) usai melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Polisi mencurigai N saat memberikan kesaksian sebagai teman dekat korban.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Adhitia Mulya, mengatakan telah meningkatkan statusnya sebagai tersangka. N diduga melakukan pembunuhan berencana.

"Pelaku ini diduga melakukan pembunuhan berencana. Motifnya adalah sakit hati," kata Adhitia, Jumat (19/4).

Menurutnya, Sugimin beberapa kali meminta uang kepada N sebanyak Rp 750 juta untuk biaya pencalonannya di Pileg DPRD Sragen. Korban juga disebut telah mengancam akan menculik anak N jika tidak memberikan uang tersebut.

Diduga, N membunuh Sugimin dengan menggunakan racun tikus. Racun dimasukkan ke dalam obat kapsul yang rutin diminum korban setiap hari.

"Kami masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan tim Labfor Polda Jateng. Sebelumnya kami telah melakukan visum dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan," ujarnya.

Selain membunuh Sugimin, N yang juga pengusaha konveksi, menjual mobil korban. Seperti diketahui, korban ditemukan tergeletak di tepi jalan tanpa mobil miliknya.

N kini ditahan di Kejaksaan Negeri Wonogiri. Alasannya, Polres Wonogiri tidak memiliki sel khusus wanita.

"Kondisinya masih labil. Dia juga sempat mau bunuh diri," pungkasnya.

Mobil Izusu Panther Taouring seri Grand Touring tahun 2002 AD-9210-RE, milik Sugimim, anggota DPRD Sragen yang meninggal karena diracun oleh seorang wanita berinisial N

"Mobil itu telah dijual, sebagian hasil penjualannya untuk biaya berobat ketika Sugimin masuk rumah sakit," kata Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Paur Subbag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, Jumat (19/4).

Iwan menjelaskan, korban Sugimin pada hari Kamis (11/4) dini hari meninggalkan rumah tanpa pamit dengan membawa mobil Isuzu Panther Taouring seri Grand Touring tahun 2002 AD-9210-RE.

Kepergian korban ternyata ke Wonogiri menemui wanita berinisial N (41) yang berprofesi sebagai dosen dan memiliki usaha konveksi. Selama di Wonogiri dengan N, lanjutnya, korban sempat diberi racun tikus yang dimasukkan dalam kapsul obat diare, sebanyak tiga kali.

Yang pertama, korban mengalami sakit perut atas reaksi dari racun tikus yang diberikan N dan korban dirawat di RS dr Oen. Setelah keluar kembali bersama N dan lagi-lagi diberi racun tikus untuk yang kedua kalinya seterusnya dibawa ke RS Margahusada Wonogiri.

Nah, mobil korban akhirnya dijual untuk mengobatkan sakitnya itu. Menjelang meninggal, korban korban bersama N, dan diberi racun untuk yang ketiga kalinya. Begitu racun bereaksi, korban tidak segera dibawa ke rumah sakit melainkan diajak putar-putar menggunakan mobil sewaan. Baru setelah meninggal, dibawa ke RSUD Wonogiri," kata Iwan menirukan Kasat Reskrim AKP Aditya Mulya Ramadhani.

Di saat korban bersama N, lanjutnya, Deni, anak korban berusaha mencari keberadaan korban namun tidak di temukan dan HP korban tidak aktif.

Selanjutnya pada hari Selasa (16/4) sekira pukul 02.30 Deni mendapat kabar bahwa Korban berada di RS Soediran Mangun Soemarso Wonogiri dalam kondisi telah meninggal dunia. Deni langsung meluncur ke Wonogiri. Karena merasa ada kejanggalan dalam kematian ayahnya, Deni melapor ke Polres Wonogiri.

"Tak genap 24 jam dari laporan, jajaran Satreskrim telah berhasil menangkap N beserta barang bukti berupa kapsul obat diare, dompet milik korban dan mobil milik korban. Atas perbuatannya, N dijerat Pasal 340 Jo 338 KUHP," pungkasnya. (DTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px