Log in

Relawan Djoss Dilaporkan Aniaya Kubu Eramas


Medan-andalas Wirya, relawan Eramas, warga Jalan Bambu Gang India Pasar IV Desa Helvetia Labuhan Deli melaporkan relawan Djarot-Sihar Sitorus (Djoss) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut karena telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya dan keluarganya, Senin (18/6). Wirya mengatakan, perselisihan ini bermula ketika dirinya sebagai relawan Eramas selalu dirusuhi oleh Maytira, Ramish, Rawi, Ramu yang merupakan relawan Djoss. “Tiap kali saya memasang atribut Eramas, mereka selalu mengganggu dan stiker Eramas yang saya pasang selalu dirusak,” sebutnya.

Menurut Wirya, puncaknya pada Rabu (13/6), dirinya dikeroyok sekelompok relawan Djoss dan mereka memuku dengan kayu. Wirya mengatakan, setelah dianiaya, keluarganya juga kerap mendapat ancaman, yang rumah mau dihancurkan lah, rumah mau dibakar lah. ”Betul saja, pas saya pulang dari bekerja, rumah sudah dilempari dengan batu bata oleh sekelompok relawan Djoss," katanya. Pengakuan Wirya, penganiayaan dan ancaman yang terjadi terhadapnya dan keluarga, karena relawan Djoss tersebut tidak kepadanya memasang atribut Eramas dan mengumpulkan relawan Eramas di kampung mereka.

Sentimen relawan Djoss  dimulai ketika Kuil umat Hindu di sana tidak menerima kedatangan Djarot-Sihar. Berbeda ketika kedatangan Edy Rahmayadi yang disambut meriah masyarakat Hindu di sana. Terakhir, pada Rabu 13 Juni sekira pukul 23.00 WIB, pengakuan istri Wirya, sekelompok relawan Djoss tersebut mendatanginya, mengancam akan membunuhnya dan keluarga, serta akan membakar rumah mereka. “Keluar kan laki kau, biar kalian satu keluarga ku bakar hidup-hidup,” kata Rameni, istri Wirya menirukan ancaman yang dilakukan pihak relawan Djoss.

Pengacara Eramas Irfan Haryanto saat mendampingi Wirya mengatakan, tindakan yang dilakukan relawan Djoss tersebut adalah biadab yang bisa merusak kenyamanan masyarakat dalam meyambut pesta demokrasi. Jangan karena urusan Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu), masyarakat jadi rusuh karena doktrin- doktrin yang tidak baik. Irfan sangat berharap agar masing-masing pihak mengajarkan hal yang baik di masyarakat, agar masyarakat tidak merasa terganggu karena urusan Pilgubsu. “Susah kita jika preman digerakkan jadi relawan. Kalau sudah main pukul, main ancam membunuh, itu sudah keterlaluan namanya. Apakah mereka diajarkan begitu ke bosnya sampai-sampai membuat resah masyarakat,” tandasnya. (AFS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 90%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Jul 2018 32°C 23°C
  • 20 Jul 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px