Log in

Ramadhan Pohan Curhat ke Wartawan


Sebut Kasus Dugaan Penipuan Rp 15,3 M Rekayasa

Medan-andalas Mantan calon wali kota Medan, Ramadhan Pohan, terdakwa dugaan penipuan senilai Rp15,3 miliar, mencurahkan perasaan dan keluh kesahnya kepada wartawan. Dia menyebut kasus yang menjeratnya merupakan sebuah rekayasa. Tuduhan yang disampaikan rekan terdakwanya, Savita Linda Hora Panjaitan kepadanya sama sekali tidak benar. "Itu tidak benar, mana ada buktinya. Ini rekayasa. Tapi sesempurnanya pun rekayasa dia (maksudnya Linda), tidak ada yang terbaik selain Allah SWT,” tukas Ramadhan Pohan kepada wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (11/8).

Dia menyebut, seluruh uang yang dikeluarkan terdakwa Linda saat kampanye pilkada Wali Kota Medan tahun 2015 lalu, tanpa sepengetahuanya. Karenanya, dia merasa tidak perlu harus bertanggungjawab. "Bagaimana aku tahu kalau ada utang piutang, pinjam meminjam tapi tidak ada buktinya. Nggak ada paraf Ramadhan Pohan di situ," sebutnya. Dia merasa dalam kasus ini sebagai kambing hitamkan. Dia memastikan Linda bukanlah bendahara Tim Pemenangan Pasangan Redi.

"Intinya, Linda itu tidak ada dalam tim pemenangan. Dia itu hanya donatur. Bendahara kita namanya Dr Sumardi, bukan dia," ketus Ramadhan. Dia juga menyangkal disebut tidak kooperatif selama persidangan. Persidangan yang menjeratnya sempat ditunda beberapa bulan lamanya sehingga menimbulkan tanda tanya publik. "Saya dibilang lah menghilang, dibilang tidak datang. Saya selalu datang setiap jadwal sidang. Sebelum mulai sidang, saya sudah di sini," akunya. Menurut dia, lamanya persidangan disebabkan oleh pihak pengadilan, karena hakim yang menyidangkan pernah berhalangan hadir.

"Kita bisa maklumi, karena kemarin itu hakimnya sedang sakit. Alasannya kan manusiawi, dan menurut hukumnya, satu tahun pun bisa ditunda asalkan ada persetujuan dari atasannya. Tetapi saya juga sebenarnya rugi juga dengan penundaan yang lama ini," kesalnya. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabarita Siahaan mendakwa Ramadhan Pohan dan  Savita Linda Hora Panjaitan telah melakukan penipuan dengan kerugian korban mencapai Rp10,8 miliar dari Rotua Hotnida Simanjuntak dan dari putranya, Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar sebesar Rp4,5 miliar. (AFS)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

31°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 67%

Wind: 11.27 km/h

  • 24 Aug 2017 31°C 22°C
  • 25 Aug 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px