Log in

Polres Lhokseumawe Kembali Tangkap Penyebar Hoax

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlimbang didampingi Kanit Tipiter Ipda Ahmad Anugerah perlihatkan bukti kasus hoax. Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlimbang didampingi Kanit Tipiter Ipda Ahmad Anugerah perlihatkan bukti kasus hoax.

Kasus Cabul Pimpinan Pasantren

Lhokseumawe-andalas Polres Lhokseumawe kembali menangkap penyebar berita bohong (hoax) kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum pimpinan Dayah, dan oknum guru ngaji di sebuah lembaga pendidikan ternama di Kota Lhokseumawe. Tersangka adalah, JM (21), mahasiswi, warga Kabupaten Bireuen. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena sebagai orang yang pertama meneruskan informasi sehingga beredar luas di media sosial.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kanit Tipiter Ipda Ahmad Anugerah didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlimbang, kemarin mengungkap, pihaknya meringkus seorang mahasiswi penyebar hoax kasus pelecehan seksual dilakukan oknum pimpinan Dayah berinisial AI (45), dan oknum guru ngaji MY (26), di salah satu lembaga pendidikan di Kota Lhokseumawe.

“Tersangka yang kita amankan merupakan orang pertama sekali menyebarkan informasi hoax tersebut di media sosial. Pelaku mendapatkan informasi tersebut dari MS, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), kemudian meneruskan informasi itu ke dalam grup WhatsApp Bidadari Surga,” ungkap Ipda Ahmad Anugerah.

Dalam kasus penyebaran berita bohong pelecehan seksual yang dilakukan oknum pimpinan dayah dan guru ngaji tersebut, hingga kemarin, kepolisian Lhokseumawe sudah mengamankan empat tersangka. Sebelumnya sudah ditangkap, HS (29), IM (19), dan NA (21). Sedangkan satu orang lagi berinisal MS masih buron.

“Kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, meskipun sudah melarikan diri ke luar Provinsi Aceh. Untuk saat, ini sudah empat tersangka yang ditangkap terkait kasus penyebaran berita hoax tersebut,” jelasnya.

Dia menyebutkan, dalam kasus ini pelaku terancam dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar Pelaku dijerat Pasal 15 Jo Pasal 14 ayat 1 dan 2 undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidanan subsidair Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 11/2008 sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 19/2016 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). (MUL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px