Logo
Print this page

Polres Lhokseumawe Gerebek Home Industri Ekstasi

Petugas menggiring tersangka home industri pil ekstasi, Kamis (18/7). Petugas menggiring tersangka home industri pil ekstasi, Kamis (18/7).

Lhokseumawe-andalas Polres Lhokseumawe melakukan penggerebekan terhadap pabrik rumahan (home industri) pil ekstasi di kawasan Alue Garot, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Polisi berhasil mengamankan barang bukti 2.000 butir pil ektasi dan sejumlah barang lainnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh, Kombes Muhammad Anwar mengatakan, dalam pengeerebekan tersebut pihaknya mengamankan satu orang tersangka dan tiga lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka yang berhasil ditangkap, yaitu IM (19), warga Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Dari pengakuan IM, ekstasi itu diproduksi bersama tiga rekannya yang masih diburon.

“Pil ekstasi itu dicampur dengan narkoba jenis sabu, dibuat secara tradisoanal di sebuah rumah di kawasan Alue Garot, Kecamatan Sawang, Aceh Utara,” terang Anwar didampingi Kepala Labfor Cabang Medan Kombes Pol Wahyu Marsudi, Kasat Narkoba Lhokseumawe, Iptu Zeska Julian dan Waka Polres Kompol Mughi Prasetyo, Kamis (18/7).

Dijelaskannya, IM ditangkap pada 15 Juni di Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu. Tersangka ditangkap sedang mengendarai sepeda motor menuju kota Lhokseumawe. Petugas menggeledah jok sepeda motornya dan menemukan dua bungkus pil ekstasi warna merah.

Selain 2.000 butir ekstasi siap edar, juga ditemukan dari tersangka satu bungkus sabu dan sembilan bungkus plastik transparan, uang Rp 400 ribu dan satu unit handphone (HP).

Dari pengakuan IM, petugas  kemudian menggerebek sebuah gubuk atau rumah di Desa Alu Garot, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Petugas menyita satu bungkus bubuk berwarna hitam, satu blender, satu baut sebagai alat cetak dan satu terong berduri.

Tersangka mengaku memproduksi pil ektasi itu bersama tiga temannya DPO, yakni berinisial J, D dan B.

Dalam kasus tersebut, tersangka dikenakan lasal 112 ayat 2 Jo Pasal 113 ayat 2 Jo Pasal 114 ayat 2 Jo pasal 115 ayat 2 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup dan denda paling banyak Rp10 miliar. (MUL)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com