Log in

Polisi: Mico Tidak Terkait Penyerangan Novel


Jakarta-andalas Pihak Polda Metro Jaya menyatakan saksi Mico tidak terbukti terlibat penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

"Setelah kami periksa tidak ada hubungannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Jumat (19/5).

Argo menyatakan penyidik tidak menemukan bukti hubungan antara Miko dengan kasus penyiraman cairan kimia terhadap Novel Baswedan. "Pemeriksaan sudah selesai, sudah kami pulangkan," ujar Argo.

Argo memastikan Mico berada di luar Jakarta saat penyerangan terhadap Novel di kediamannya kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara pada 11 Maret 2017.

Argo mengungkapkan Mico muncul melalui media "youtube" yang menyampaikan merasa ditekan penyidik KPK saat menjalani pemeriksaan dugaan kasus suap yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Diungkapkan Argo lantaran sakit hati Mico "menumpahkan" rasa ketidakadilannya melalui youtube kemudian penyidik kepolisian mendalami hal itu terkait dengan penyerangan terhadap Novel.

Sebelumnya, Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai menjalani solat subuh pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB.

Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menginformasikan bahwa dokter telah selesai melakukan operasi membran sel mata terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Tim dari Singapura sudah menyampaikan informasi bahwa operasi sudah dilakukan Kamis dari pukul 08.00 sampai 11.30 waktu Singapura. Saat ini Novel sudah sadar," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Namun, kata Febri, dokter mengatakan bahwa dalam waktu satu bulan ke depan kedua mata Novel tidak boleh kena air sehingga saat ini kedua mata novel ditutup dengan perlengkapan medis agar perawatan bisa dilakukan lebih lanjut.

"Jadi, operasi sudah dilakukan dengan cukup baik nanti setiap hari dokter akan mencermati perkembangan dari kedua mata tersebut, operasi yang dilakukan adalah operasi membran untuk kedua mata yang diambil salah satu sumbernya dari plasenta bayi," kata Febri.

Oleh karena itu, kata dia, diharapkan pertumbuhan sel-sel yang lain apakah itu lapisan kornea atau pertumbuhan lainnya yang terkait dengan itu bisa lebih cepat dan pemulihan bisa dilakukan.

Sementara itu, terkait pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pada Rabu (17/5) yang menyatakan telah menemukan petunjuk baru terkait pihak-pihak yang diduga terlibat atau melakukan teror dari penyerangan itu, KPK mengharapkan petunjuk baru itu menjadi langkah yang lebih baik.

"Sehingga bisa mengungkap siapa pelaku teror yang sebenarnya. Apakah pelaku lapangan atau pun aktor intelektual dari penyerangan tersebut," kata dia.

Namun, Febri menyatakan untuk hal-hal yang sangat teknis terkait dengan siapa pelaku baru dan petunjuk baru yang disampaikan Kapolri itu prosesnya masih di tim yang sudah dibentuk Kapolri.

"Jadi kami tunggu, kami lihat infromasi yang disampaikan Kapolri lebih lanjut siapa saja dan pihak mana saja yang akan diperiksa terkait dengan hal ini," ucap Febri.

Novel Baswedan diserang dengan air keras pada Selasa (11/4) subuh ketika dalam perjalanan dari masjid ke rumahnya. Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-e). (ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Sep 2017 30°C 22°C
  • 23 Sep 2017 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px