Log in

Poldasu Tetapkan Bendahara BPKAD Siantar Tersangka


Medan-andalas Penyidik Subdit III/Tipidkor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut menetapkan seorang tersangka terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar (pungli) di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kota Pematang Siantar.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana mengatakan, dari 16 orang yang diamankan, satu telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Erni Zendrato bertugas sebagai Bendahara Pengeluaran BPKAD Kota Pematang Siantar.

Sedangkan dua orang lagi masih dijadikan sebagai saksi, yakni honorer BPKAD Kota Pematang Siantar Tanggi MD Lumbantobing dan staf bidang pendapatan Lidia Ningsih. Jumlah tersangka masih bisa bertambah.

"Sudah kita tetapkan satu orang tersangka, sedangkan dua lagi masih menjadi saksi tersangka. Tidak tertutup kemungkinan tersangka bisa bertambah, tapi prosesnya kan bertahap prosesnya," kata Rony, Jumat (12/7).

Dijelaskannya, modus operandi yang dilakukan tersangka dengan cara memotong atau pungli insentif sejumlah petugas pemungut pajak di BPKAD. "Harusnya kan sesuai aturannya insentif itu diberikan kepada pemungut pajak sepenuhnya. Tapi, insentif itu malah dipotong bendahara pengeluaran," terangnya.

Rencananya, kata Ronny, mereka yang menjadi saksi dalam kasus ini akan dipulangkan setelah 1x24 jam setelah diambil keterangannya oleh penyidik Tipidkor Polda Sumut.

"Iya nanti akan kita pulangkan setelah selesai diambil keterangannya. Untuk saat ini baru satu tersangka saja yang telah ditetapkan," tukasnya.

Disinggung apakah pemotongan insentif sudah berlangsung lama, Rony menyebut masih dalam pendalaman. Namun, melihat barang bukti yang disita mencapai seratusan juta, bisa saja pungli tersebut sudah berlangsung lama.

"Ya, kalau semua tindak pidana, pasti pelaku yang ditanya akan mengakuinya baru kali itu. Tapi, saya curiga ini bukan kali ini terjadi, saya menduga sudah terjadi beberapa kali," sebut mantan Kabidkum Polda Sumut tersebut.

Ditanya apakah pimpinan BPKAD Kota Pematang Siantar terlibat dalam praktik pungli tersebut, Rony belum bisa memastikan karena masih berproses.

"Ya, kalau ada bukti-buktinya bisa saja. Kalau memang baru sekali pungli itu, bisa jadi belum ada aliran ke atas. Tapi kalau sudah berulangkali tidak mungkin tidak mengalir ke atas. Nantilah kita periksa kepalanya, kebetulan dia sedang di Jakarta," ungkap Rony.

Seperti diketahui, petugas Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sumut mengamankan belasan pegawai dan uang tunai Rp186 juta dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) insentif upah pungut pajak Tahun Anggaran 2019, dari Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemko Pematang Siantar, Kamis (11/7) sore.

Selain mengamankan sejumlah pegawai dan uang tunai ratusan juta, tim Tipidkor Poldasu juga memasang garis polisi di sejumlah ruangan kantor BPKAD Pemko Pematang Siantar.

Petugas Tipikor Polda Sumut melakukan OTT di kantor BPKAD Pemko Pematang Siantar sekitar pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 20.30 WIB.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja membenarkan adanya OTT di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Pematangsiantar. "Tindak pidana korupsi terkait pungli atas pemotongan pemberian uang insentif pemungutan pajak daerah milik anggota pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Pematangsiantar sebesar 15 persen dari uang yang diterima pegawai Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Pematangsiantar Triwulan II Tahun 2019," katanya. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px