Logo
Print this page

Poldasu Ringkus Komplotan Pembobol Rumah Spesialis Motor

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III/Umum AKBP Maringan Simanjuntak memaparkan pengungkapan kasus curat, Selasa (13/8). Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III/Umum AKBP Maringan Simanjuntak memaparkan pengungkapan kasus curat, Selasa (13/8).

Hasil Kejahatan Dijual Secara Online

Medan-andalas  Subdit III/Umum Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut menangkap dua komplotan pencuri sepeda motor spesialis dari dalam rumah. Selain mengamankan enam tersangka, petugas juga menyita barang bukti gunting besi, kunci L dan T serta spearpart sepeda motor.

Adapun keenam tersangka, Goklas Pasaribu alias Black (36), warga Jalan Karya II, Gang Dongdong, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia sebagai penyusun rencana dan menggunting gembok pagar, Chandra Falawi (27), warga Jalan Ibus No 01, Kelurahan Nibung Raya, Kecamatan Petisah Tengah sebagai penyusun rencana pencurian dan menggunting gembok pagar.

Gilang Aji Pramana (30), warga Jalan Karya, Gang Cirebon, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat sebagai pemantau. Romian Pangihutan Marpaung alias Romi (22), warga Jalan Dame Pasar IV Dusun VI, Kelurahan Marendal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang sebagai eksekutor sepeda motor.

Sedangkan dua lagi penadah, yakni Anggi Solihin, warga Jalan Jermal VII, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai dan Suhemi Dalimunthe, warga Jalan Pasar Merah VII Tembung, Jalan Sempurna, Kecamatan Percut.

"Dua kelompok, yaitu kelompok Romi dan Goklas. Seluruhnya yang kita amankan ada enam orang, dua diantaranya penadah," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III/Umum AKBP Maringan Simanjuntak, Selasa (13/8).

Dalam pengungkapan kasus ini, terang Andi, Polda Sumut menangani lima laporan masyarakat dengan sejumlah tempat kejadian perkara (TKP). "Modus para pelaku membongkar rumah korban," terangnya.

Kedua kelompok ini masing-masing berbeda cara beraksinya. "Kalau Goklas selalu berjumlah dua atau tiga orang dan selalu beraksi merusak gembok pagar dengan gunting besi. Sedangkan Romi selalu beraksi sendiri. Modusnya pagar rumah terbuka dan melihat ada sepeda motor terparkir," bebernya.

Untuk kelompok Goklas, lanjut Andi Rian, sudah beraksi di tujuh lokasi. Sedangkan, kelompok Roni telah melakukan pencurian 13 lokasi.

"Masih kita kembangkan lagi, karena pengakuan tersangka sudah banyak melakukan pencurian. Kita kembangkan lagi untuk mencari korban lainnya," tegasnya.

Setelah menguasai hasil kejahatannya, sepeda motor dijual kepada penadah melalui jaringan online dengan harga bervariasi. "Kalau yang Jupiter Z saya jual Rp 1,7 juta," aku seorang penadah.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah gunting besi, enam plat sepeda motor, tiga alat kunci yang diduga digunakan untuk mencuri, tiga bungkusan plat sepeda motor merek Honda, sebuah penutup mesin sepeda motor merek Honda, sebuah penutup knalpot motor Honda, tiga gembok sudah dirusak, dan enam unit sepeda motor.

Para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan (curat), ancaman hukuman lima tahun.

Tersangka Romi mengaku setiap beraksi seorang diri. "Saya jalan kaki, terus kalau saya lihat motor di teras rumah kemudian saya beraksi," akunya. (DA)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com