Log in

Poldasu Limpahkan Tersangka Pemalsuan Grant Sultan


Libatkan Pengacara, Hambat Pembangunan Jalan Tol

Medan-andalas  Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, melimpahkan tiga tersangka kasus pemalsuan Grant Sultan berikut barang bukti ke pihak kejaksaan (P-22). Sementara, Tengku Azankhan tidak dilakukan penahanan karena menderita penyakit stroke. Terhadap Azankhan belum dilakukan proses penyidikan.

"Ketiga tersangka pemalsuan Grant Sultan itu sudah kita limpahkan bersama barang buktinya pada Jumat (15/2) lalu. Untuk seorang tersangka lagi belum kita lakukan pemberkasan," terang Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit II/Harda-Tahbang, AKBP Edison Sitepu, Jumat (22/2).

Menurut Andi Rian, dalam kasus pemalsuan Grant Sultan ini pihaknya belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain. Kepolisian masih menyelidiki adanya kejahatan serupa yang berdampak terhambatnya pembangunan.

Dia hanya menyebut kasus pemalsuan Grant Sultan ini menjadi permasalahan nasional karena terkait pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai, yang merupakan program pembangunan pemerintah.

"Kasus pemalsuan Grant Sultan ini telah menghambat pembangunan Jalan Tol. Tapi, kita belum temukan keterlibatan pihak lain," katanya.

Sebelumnya, berkas perkara Grant Sultan yang melibatkan tiga tersangka, seorang diantaranya pengacara sempat dikembalikan jaksa karena dianggap belum lengkap (P-19j.

"Semua petunjuk jaksa sudah kita penuhi makanya kita kirim," jelasnya, Senin (11/2).

Disebutkan, dalam kasus pemalsuan Grant Sultan yang mengakibatkan terhambatnya pembangunan Jalan tol Medan-Binjai persisnya di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, tersangkanya hanya empat orang.

Empat orang tersangka diantaranya seorang pengacara,  tiga ditahan  yakni, Afrizon SH selaku pengacara, Tengku Awaludin Taufiq dan Tengku Isywari.  Sementara Tengku Azankhan tidak dilakukan penahanan karena menderita penyakit stroke. Keempat tersangkadiduga memalsukan Grant Sultan yang tanahnya terletak di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.

"Akibat dari perbuatan para tersangka tersebut,  sepanjang 800 meter lahan tidak bisa dibebaskan sehingga pembangunan jalan tol dari Medan ke Binjai tidak dapat dilanjutkan. Mudah-mudahan, setelah kasus ini terbongkar, pembangunan infrastruktur sebagaimana yang dicanangkan presiden RI, dapat segera dilanjutkan," kata Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto  saat penangkapan para tersangka.

Agus menjelaskan, modus para pelaku ialah dengan memalsukan foto copy dokumen grandsultan atas lahan tersebut. Selanjutnya, mereka meminta keterangan dari BPN yang kemudian memalsukan balasan surat BPN atas surat keterangan yang para tersangka kirim. Lalu, surat balasan palsu itu mereka lampirkan pada dokumen yang dibuat sendiri yang seolah-olah surat balasan BPN yang mereka palsukan itu. Surat palsu itulah diajukan untuk melakukan gugatan perdata ke PN dengan ganti rugi sekitar Rp.250 miliar. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px