Log in

Polda Sumut Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana perlihatkan jenis satwa dilindungi yang dijual tersangka (belakang sebo), Jumat (11/1). Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana perlihatkan jenis satwa dilindungi yang dijual tersangka (belakang sebo), Jumat (11/1).

Medan-andalas  Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Poldasu meringkus seorang pria bernama Arbain (25) karena memperdagangkan hewan dilindungi melalui media sosial facebook, Rabu (8/1).

Poldasu dibantu pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut menyita barang bukti tiga ekor anak elang brontok, tiga ekor anak kucing akar dan tiga ekor anak lotung emas.

Direktur Reskrimsus Poldasu, Kombes Pol Rony Santana mengatakan, pengungkapan tindakan pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem ini berawal dari akun facebook bernama Keyla Safittrie yang memposting jual beli hewan dilindungi.

"Tim kami menemukan akun facebook jual beli hewan langka. Kemudian anggota komunikasi dengan pelaku berinisal Arbain. Pelaku sengaja menggunakan akun palsu," sebut Rony kepada wartawan, Jumat (11/1).

Setelah berhasil komunikasi dengan pelaku, polisi kemudian melakukan penyamaran dan berjanji untuk membeli lotung emas dengan harga Rp250 ribu per ekor. "Pelaku tidak mau ketemu, tapi bertransaksi lewat ojek online. Jadi, barang dikirim kemudian uang menyusul dikirim," bebernya.

Setelah mengetahui identitas pelaku yang merupakan warga Dusun III Desa Paluh Manan Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, polisi langsung melakukan penangkapan.

"Kita kemudian melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap pelaku serta kita menyita barang bukti berupa tiga ekor anak elang brontok, tiga ekor anak kucing akar dan tiga ekor anak lotung emas dari rumah pelaku," terangnya.

Setelah dilakukan interogasi, Arbain mengaku hewan ini didapat dari masyarakat pesisir pantai Hamparan Perak. "Kita masih kembangkan ini, apakah ada termasuk perburuan liar," kata Rony.

Menurut dia, tersangka menjual anak elang brontok seharga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per ekor, anak lutung emas seharga Rp250 ribu sampai Rp350 ribu per ekor dan anak kucing akar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per ekor.

"Pelaku memberi imbalan kepada masyarakat seharga Rp70 ribu sampai Rp100 ribu," ucapnya.

Bisnis ilegal ini telah dilakukan tersangka selama enam bulan, dan berhasil menjual puluhan hewan dilindungi.

"Kita masih mencari ke mana yang sudah dijual ini dan pelaku bekerja hanya sendiri," terang dia.

Kepolisian masih menelusuri apakah pembeli satwa dilindungi ini sampai dijual keluar Sumut atau luar negeri.

"Kita masih telusuri. Jadi, intinya pelaku melakukan transaksi melalui media sosial," pungkasnya.

Sementara, Kepala BKSDA Sumut Hotmauli Sianturi mengatakan, para pelaku sudah berdalih melakukan penjualan satwa dilindungi lewat media sosial.

"Sebelumnya, kita patroli ke hutan atau operasi transportasi bus atau truk. Ternyata, sekarang telah bergeser ke dunia maya," ucapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan satwa dilindungi seperti yang disita ini dapat menghubungi BKSDA Sumut. "Kita ada call center 085376699066," ucapnya.

Sedangkan Arbain mengaku sengaja membuka akun facebook palsu jual beli satwa langka. "Di FB itu ada grup hewan yang dilindungi," sebutnya.

Dia menyebut, hewan itu didapatnya dari masyarakat. "Jadi, warga menemukan hewan dengan tidak sengaja. Terus saya minta dan beri imbalan. Sudah banyak yang saya jual, lutung 8 ekor, elang 6 ekor dan kucing akar 10 ekor," akunya. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px