Log in

Polda Sumut dan YCB Kalah Praperadilan

Proses persidangan praperadilan yang dimenangkan mantan Pangdam I/BB, Mayjen TNI (Purn) Burhanuddin Siagian. Proses persidangan praperadilan yang dimenangkan mantan Pangdam I/BB, Mayjen TNI (Purn) Burhanuddin Siagian.

Medan-andalas Kemenangan Mayjen TNI (Purn) Burhanuddin Siagian dalam praperadilan kasus dugaan penyerobotan tanah mengindikasikan pembuktian dalam perseteruan antara mantan Pangdam I/BB tersebut dengan pihak Yayasan Cinta Budaya (YCB). Dalam sidang praperadilan yang digelar pada Selasa 14 Maret 2017 lalu tersebut, PN Medan menghadirkan saksi dari pihak Polda Sumut, Sekolah Yayasan Cinta Budaya (YCB) dan pihak Pancing Business Centre (PBC). Saat penyidik Polda Sumut dan pihak pelapor kasus dugaan penyerobotan tanah, yakni YCB melalui Dirut PT PBC, Anton Edison Panggabean dihadirkan dalam persidangan, mereka tidak bisa membuktikan kepemilikan tanah tersebut.

Pertimbangan hukum Hakim yang paling mendasar untuk mengabulkan dan memenangkan pemohon Burhanuddin Siagian adalah dicabutnya Surat Hak Guna Bangunan No.3157 yang disebut menjadi alas hak Sekolah YCB, jauh hari sebelum Burhanuddin Siagian dilaporkan menyerobot tanah seluas 2,1 hektar di Jalan William Iskandar, Komplek MMTC Medan, Desa Medan Estate, Kabupaten Deliserdang. "Saya akan menggugat balik Polda Sumut dan menggugat Sekolah Yayasan Cinta Budaya sebagai penyerobot tanah saya yang sesungguhnya," ujar Burhanuddin, Sabtu (18/3).

Dia mengaku sangat meyesalkan prosedur hukum yang dilakukan Polda Sumut hingga mencemarkan namanya. "Nama baik saya sebagai mantan Pangdam I BB Sumut sangat dipermalukan. Bukti mereka sebagai pemilik tanah itu apa, di persidangan yang sesuai prosedur hukum saja mereka tak bisa tunjukkan. Pihak sekolah jangan bohongi masyarakat dan cemari nama saya," tegas Burhanuddin. Terpisah, penasehat hukum Burhanuddin yakni Direktur LBH Al-Wasliyah Ibeng Syarifuddin Rani, SH menyebut, keputusan  dalam sidang permohonan praperadilan yang mereka ajukan tersebut tertuang dalam putusan dengan Reg. No. 15/Prapid/2017/PN-Mdn.

"Dari pertimbangan hukum hakim menegaskan bahwa, penyidik Polda Sumut (para Termohon) harus mencabut status Burhanuddin Siagian sebagai tersangka karena belum cukup bukti dan tidak memenuhi unsur pidana pasal yang disangkakan," kata Ibeng di Medan. Dia memastikan, dalam waktu dekat akan menyurati Polda Sumut atas kesalahan prosedur hukum terhadap Burhanuddin. "Dalam waktu dekat, kami surati Polda untuk menyikapi hasil Prapid. Barang-barang yang pernah disita juga harus dikembalikan ke tanah Pak Burhanuddin. Barang yang sempat disita Polda yakni plang papan nama, tembok dan bangunan pos sekuriti," pungkas Ibeng. Sementara, pihak Polda Sumut belum membuat langkah lebih lanjut terkait hasil putusan praperadilan yang dimenangkan oleh Burhanuddin tersebut. (ACO)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 88%

Wind: 11.27 km/h

  • 22 Jul 2017 30°C 23°C
  • 23 Jul 2017 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px