Log in

PDP Corona Kedua Meninggal di Aceh


Banda Aceh-andalas Seorang warga berinisial EY (43) asal Aceh Utara, meninggal dunia dalam status pasien dalam pengawasan (PDP), namun pemakamannya tetap dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pasien positif COVID-19.

Juru Bicara COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani mengatakan, PDP tersebut telah diambil sampel lendir (swab), selanjutnya dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI, namun belum ada hasil pemeriksaannya. "Tapi jenazah EY akan tetap diperlakukan sesuai SOP jenazah COVID-19," katanya di Banda Aceh, Kamis (26/3).

Dia menjelaskan PDP tersebut meninggal dunia dalam perawatan di respiratory intensive care unit (RICU) RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh pada Rabu (25/3) sekitar pukul 18.40 WIB. Ia menjelaskan EY memiliki riwayat tinggal di daerah transmisi COVID-19, yang kembali ke Aceh Utara dari Malaysia. Hasil pemeriksaan ditemukan gambaran infeksi paru-paru (Pneumonia) dan memenuhi kriteria sebagai PDP COVID-19.

"Karena itu dia ditangani sesuai SOP COVID-19 di RICU RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, hingga meninggal dunia karena gagal nafas akibat pneumonia," katanya. Direktur RSUD Zainoel Abidin dr Azhruddin mengatakan, butuh waktu mulai empat hingga tujuh hari untuk mendapatkan hasil swab dari Balitbangkes Kemenkes RI tersebut untuk PDP berinisial EY.

"Menunggu empat sampai tujuh hari lagi," katanya, menjawab pertanyaan terkait durasi waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil swab EY. Tercatat hingga kini telah dua orang PDP COVID-19 meninggal dunia di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, yakni warga berinisial AA (56) meninggal pada Senin (23/3) lalu dan EY (43).

Setelah empat hari meninggal, AA telah terkonfirmasi dari Balitabangkes Kemenkes RI bahwa dinyatakan positif COVID-19. Hal itu merupakan positif COVID-19 perdana di daerah Serambi Mekkah. "Benar positif (COVID-19), tadi pagi pukul 06.45 WIB posko resmi dari Jakarta di Balitbangkes menyampaikan ke kami," kata Azharuddin.

Ia mengatakan bahwa pasien dalam pengawasan berusia 56 tahun dari Lhokseumawe yang meninggal dunia pada Senin (23/3) tersebut merupakan kasus positif COVID-19 pertama di Provinsi Aceh.

Pasien pria yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona tersebut punya riwayat perjalanan ke Surabaya dan Bogor, daerah yang melaporkan penularan COVID-19. Pasien itu menurut hasil diagnosis terakhir mengalami infeksi paru-paru.

"Jadi ini kasus pertama positif (COVID-19) untuk Aceh dan menjadi keprihatinan untuk kita semua. Kita harus prihatin, tapi kita tidak boleh panik dan kita harus waspada lebih tinggi lagi," kata Azharuddin.

Ia menjelaskan bahwa dokter, perawat, dan tenaga medis lain yang menangani pasien positif COVID-19 telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing. "Sudah kita istirahatkan dulu selama dua minggu, off dulu," katanya.

Tiga Karyawan Indomaret

Sebelumnya, tiga karyawan Indomaret asal Medan, Sumatera Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh, dari sebuah hotel di Jalan Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (25/3).

Ketiga karyawan tersebut, masing-masing berinisial SS (25), berasal dari Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Kemudian MA (26), warga Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, serta WR (26) warga Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Benar, ketiga karyawan Indomaret yang baru tiba dari Sumatera Utara ini sudah dievakuasi ke Banda Aceh, setelah dijemput tim evakuasi,” kata Kepala Puskesmas Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, Syarifah Nur, Rabu malam.

Menurutnya, ketiga pasien tersebut sebelumnya tiba ke Aceh Barat pada Selasa (24/3) dan datang ke Puskesmas Johan Pahlawan untuk berobat, dengan keluhan gangguan kesehatan, seperti demam, batuk dan pilek.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga karyawan tersebut disarankan agar melakukan karantina mandiri. Namun kemudian ketiga pasien ini dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, katanya.

Informasi yang diperoleh, ketiga karyawan tersebut sebelumnya menginap di tiga kamar di sebuah hotel di ruas Jalan Teuku Umar, Meulaboh. Pada Rabu siang, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat sudah melakukan penyemprotan disinfektan di kamar yang disewa oleh ketiga karyawan tersebut, untuk dilakukan sterilisasi. (ANT/A)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px