Log in

"Pasti Nanti Ketahuan Kalau ada yang Membackup”

Parmen Pakpahan meringkuk di sel Mapolres Tanah Karo, Senin (16/7). Parmen Pakpahan meringkuk di sel Mapolres Tanah Karo, Senin (16/7).

Perambah Hutan Siosar Meringkuk di Sel Mapolres Karo

Kabanjahe-andalas Polisi Resort (Polres) Tanah Karo melakukan penahanan terhadap Parmen Pakpahan (51), warga Girsang 2 Kampung Pasar Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun karena telah merambah ratusan hektare hutan Siosar, Sabtu (14/1). "Sebelumnya, pihak kepolisian telah menyita dua unit truk intercoler, satu alat berat jenis piting dan 30 batang kayu pinus hasil perambahan ratusan hektare kawasan hutan Siosar, di Kecamatan Merek Kabupaten Tanah Karo," kata Kasubag Humas Polres Tanah Karo, Iptu Edy Budiman didampingi Kanit Tipiter, Iptu A Nainggolan kepada sejumlah wartawan di Mapolres Tanah Karo, Senin (16/7).

Edy Budiman dan A Nainggolan menjelaskan, perambah hutan negara itu (Parmen Pakpahan) ditangkap  saat melakoni kegiatan ilegalnya, mengawasi pelangsiran kayu pinus di lokasi Tempat Penampungan Kayu (TPK) Desa Nagara Kecamatan Merek. Bersama barang bukti, kemudian tersangka digelandang ke komando. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara, penyidik kepolisian resmi menetapkan Parmen Pakpahan sebagai tersangka dan dijebloskan ke dalam sel tahanan. Tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4 Subs pasal 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

"Tersangka tergolong nekat juga. Selain tidak memiliki ijin penebangan dari pemerintah, tersangka juga sebelumnya telah mencabut police line yang dipasang petugas Polres Tanah Karo dari lokasi penemuan ilegal loging itu," terang Budiman. Diungkapkannya, untuk memuluskan aksi ilegalnya, tersangka kerap mengatas namakan masyarakat Desa Kacinambun. Setelah dilakukan penyidikan, ternyata mereka tidak memiliki alas hak maupun ijin pemanfaatan kayu untuk melakukan penebangan kayu jenis pinus tersebut. Disinggung berapa luas hutan Siosar yang dirambah dan berapa batang pohon pinus yang ditebang serta jumlah kerugian negara, Budiman mengaku belum mengetahuinya.

"Karena yang menghitung itu bukan kepolisian, nanti ada instansi yang berwenang menghitung semuanya. Pihak kepolisian bertugas dalam hal penanganan hukumnya,” terangnya. Menjawab wartawan, Budiman menyatakan, pihaknya melakukan penindakan setelah menerima laporan dari Pemkab Karo (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan). "Kita langsung melakukan penyelidikan. Setelah sekian waktu, tersangka Parmen Pakpahan langsung kita tangkap berikut barang buktinya dari lokasi perambahan,” imbuh Budiman. Sementara, A Nainggolan menambahkan, untuk saat ini penyidik baru menerapkan pasal dalam KUHPidana untuk kejahatan tersangka. Namun, seiring proses penyidikan nantinya, mungkin saja penyidik akan menjerat tersangka dengan undang-undang lainnya, seperti kehutanan ataupun tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil kejahatan tersangka.

"Berdasarkan pemeriksaan awal dari kami (Polres Tanah Karo), kami masih mempedomani pasal 363 subs pasal 362 KUHPidana. Mungkin, selanjutnya nanti dalam pengembangan tidak tertutup kemungkinan dikenakan juga pasal-pasal dari peraturan lain,” ujarnya. Dia menegaskan, penyidikan kasus ilegal loging tersebut tidak berhenti pada tersangka Parmen Pakpahan. Kepolisian akan terus mengembangkan penyidikan, termasuk kepada oknum yang diduga terlibat sehingga tidak tertutup kemungkinan tersangka bisa bertambah. "Kita tunggu saja nanti hasil pemeriksaan dalam pengembangan kasus itu. Nanti semua kan terang benderang. Pasti nanti ketahuan kalau ada yang membackup,” pungkasnya. (RTA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 12.87 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px