Log in

Oknum Pendeta Aniaya Boru Pangaribuan Disidangkan

Oknum pendeta yang telah menganiaya pasiennya diadili di PN Medan, Selasa (18/9). Oknum pendeta yang telah menganiaya pasiennya diadili di PN Medan, Selasa (18/9).

Istri Disebut Kerasukan Roh Halus

Medan-andalas Hakim anggota Pengadilan Negeri (PN) Medan, Erintuah Damanik berang kepada saksi Simon Marganda Panjaitan dalam persidangan kasus penganiayaan yang menimpa istrinya, Ivana Aldo Yolanda boru Pangaribuan karena dianggap tidak serius. "Saudara saksi (Simon) tak usah berbelit-belit ngomong. Kami (Hakim) sudah tau jalan ceritanya. Istrimu itu kau bilanglah dia kerasukan roh halus, terus kau dan keluargamu membawanya ke rumah pendeta (terdakwa) itu. Di sana dia diobati. Badannya lebam-lebam. Makanya abangnya tak senang dan melapor ke polisi. Padahal, nyatanya istrimu seperti itu tertekan karena kau selingkuh, bukan karena roh halus. Buktinya kau pun udah cerai kan dengan korban," kata Erintuah di ruang Cakra 8 PN Medan, Selasa (18/9).

Penjelasan hakim membuat Simon hanya bisa terdiam dan membenarkan kejadian tersebut. "Iya pak, saya sudah cerai. Tapi memang iya, istri saya itu suka ngomong ngelantur," sebut Simon. Usai mendengarkan keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim, Saryana menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan. Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rehulina Sembiring menyebutkan, kejadian ini berawal pada 15 Juni 2018 lalu. Saat itu, korban Ivana Aldo Yolanda boru Pangaribuan diantar mertua dan suaminya ke rumah terdakwa Drs T Sembiring (52), warga Jalan Jamin Ginting Gang Purba, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.

Saat itu, terdakwa yang berprofesi sebagai pendeta diyakini suami dan mertua bisa membuang roh halus yang merasuki tubuh korban. Karena sebelumnya, saat pendeta itu mengobati terdakwa di rumah mertuanya sudah ada perubahan. Namun, selang beberapa hari lagi kambuh sehingga dibawa kembali ke rumah terdakwa. Metode pengobatannya dengan cara kebaktian dan menyanyikan lagu pujian rohani. Selanjutnya, terdakwa mengoleskan minyak urapan di kepala, mulut, telinga, ujung jari kaki dan tangan. Kemudian terdakwa menepuk kepala, pundak, punggung, tangan dan perut dengan keras sehingga korban merasakan sakit pada tubuhnya. Korban menjalani terapi itu selama berhari-hari hingga akhirnya abang kandungnya, Erwin Pangaribuan bersama keluarganya menjemputnya. Tak terima, adiknya mendapatkan perlakuan seperti itu akhirnya melaporkan kejadian ke Polda Sumut. Terdakwa dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHPidana. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px