Log in

Oknum Kepala Sekolah Dituduh Suruh Murid Oral Seks

Korban didampingi keluarga dan petugas P2TP2A Langkat melapor ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Langkat, kemarin. Korban didampingi keluarga dan petugas P2TP2A Langkat melapor ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Langkat, kemarin.

Stabat-andalas Dunia pendidikan di Kabupaten Langkat kembali tercoreng. Oknum kepala dituduh tega mencabuli muridnya dengan cara oral seks di Dusun Sido Bangun, Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Kasus itu, kini dalam proses penyelidikan Polres Langkat. Sebelumnya, juga telah dilaporkan oknum guru mencabuli muridnya di Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu. Kasus itu mencuat setelah orangtua korban melaporkan pelaku, SG ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat, didampingi petugas P2TP2A Langkat. Tuduhan oral seks tersebut tak pelak mengungdang kecaman dari berbagai kalangan masyarakat, karena seorang pendidik seharusnya melindungi murid atau anak, justru menjadikannya 'tumbal' nafsu setan.

"Pertanyaannya, pantaskah kita diam saja dan pantaskah kasus itu ‘dipetieskan’ dan tidak ditindaklanjuti sebagaiamana mestinya," ujar warga kepada wartawan, Minggu (23/9). Dalam keterangannya kepada penyidik, korban AF menyebut, peristiwa memilukan yang dialaminya terjadi pada Senin, 10 September 2018 lalu, sekitar pukul 08.00 WIB di ruang kepala sekolah, SDN 053982 Buluh Telang. Saat itu, jelasnya, dia ke luar kelas karena tengah berlangsung pelajaran Pendidikan Agama Islam. Sebagaimana biasanya, setiap kali pelajaran agama Islam, AF selalu keluar kelas, karena memang berbeda keyakinan.

Rupanya, kondisi itu dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi bejatnya. Pelaku memanggil AF ke ruang guru dan dituruti korban meski sempat membuatnya terheran karena tak biasa. Begitu sampai di ruang guru, AF langsung diminta masuk ke ruang kepala sekolah. "Hoi, kemari kamu," teriak pelaku kepada korban ditirukannya kepada penyidik. Dalam ruangan itu, AF hanya berdua saja dengan pelaku. Pelaku kemudian memaksa korban untuk berbohong. "Nanti kalau ada guru atau temanmu yang bertanya, bilang saja kamu sakit ya," ujar SG waktu itu. Karena takut, AF hanya bisa menurut. Tapi ternyata, keluguan bocah kelas 3 SD itu dimanfaatkan SG untuk menyalurkan hasrat seksualnya.

"Waktu di dalam ruangan itu, kepala sekolah menyuruh saya untuk membuka semua bajunya, tapi saya tidak mau. Karena itu dia marah dan langsung menarik tubuh saya. Selanjutnya, dia membuka celananya dan menyuruh saya menghisap kemaluannya,” ujar anak kedua dari empat bersaudara itu sambil menundukkan kepalanya. Tak sampai hanya di situ, perbuatan bejad kepala sekolah itu pun terus berlanjut, tanpa rasa jijik dan kasihan sedikit pun, SG pun mengoles-oleskan kemaluannya ke seluruh wajah korban hingga klimaks. Setelah selesai melampiaskan hasratnya, SG pun menyuruh AF untuk keluar dari ruangannya. Dengan rasa takut, korban langsung pergi. Beruntung, aksi bejad kepala sekolah itu diketahui bawahannya. Buntutnya, kejadian itu dilaporkan kepada keluarga korban. Selanjutnya, keluarga korban mengadu ke P2TP2A Langkat diteruskan ke Unit PPA Polres Langkat.Hingga kemarin, kasus itu masih dalam penyelidikan pihak berwajib.(BD)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 23 Oct 2018 27°C 22°C
  • 24 Oct 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px