Log in

Oknum Kejari Binjai Diduga Peras Keluarga Terdakwa


Binjai-andalas Seorang oknum jaksa fungsional berinisial L, bertugas di Kejari Binjai diduga melakukan pemerasan terhadap keluarga salah satu terdakwa bernama Agustono.

Menurut Santi, istri terdakwa Agustono, dugaan pemerasan yang dilakukan oknum L terkait dengan perkara suaminya tentang tindak pidana pengoplosan gas yang diungkap tim gabungan PT Pertamina bersama personel TNI Angkatan Udara, beberapa waktu lalu.

Jaksa L meminta sejumlah uang dengan nilai fantastis untuk penanganan perkara Agustono beserta ketiga rekannya, yang dijerat dengan pasal Undang-undang Minyak dan Gas (Migas).

“Awalnya, saya datang ke kantor kejaksaan untuk menanyakan bagaimana status perkembangan perkara suami saya. Itu kalau saya tidak salah sekitar hari Senin tanggal 25 November kemarin. Terus, ibu jaksa itu bilang kalau suami saya akan dijerat dengan 3 pasal berlapis dan akan lama hukumannya,” ungkapnya kepada awak media, Senin (2/12).

Santi menuturkan secara terperinci apa yang diminta oknum aparat penegak hukum tersebut. Dia menyebut, jika pihak keluarga tidak sanggup untuk mengabulkan permintaan jaksa, maka Agustono cs akan mendapat hukuman yang seberat-beratnya.

“Jaksa itu minta uang sama kami senilai Rp300 juta, untuk membantu proses persidangan suami saya dengan teman-temannya. Jika tidak, suami saya akan dihukum berat, lima belas tahun penjara katanya. Tapi, kalau kami serahkan uang itu, maka dia akan bantu,” tutur ibu empat anak itu.

Keesokan harinya, sambung Santi, Selasa 26 November 2019, dia sempat bermohon kepada oknum jaksa bersangkutan untuk mengurangi permintaannya dengan harapan suaminya tetap mendapatkan keringanan atas hukuman yang akan menjerat Agustono dan kawan-kawan.

“Jadi, karena saya nggak sanggup segitu banyak uang yang diminta ibu jaksa itu, ya saya pun minta kurang. Terus dia (oknum jaksa), mengatakan untuk suami saya harus bayar Rp50 juta, dan teman-temannya yang tiga orang lagi harus bayar Rp10 juta per orang,” akunya.

Setelah oknum jaksa mengurangi permintaan pribadinya dengan memanfaatkan status dirinya sebagai abdi negara di bidang penegakan hukum itu, Santi mencoba menyanggupinya.

Namun setelah pontang-panting mencari uang tersebut, dia hanya sanggup mengumpulkan uang Rp40 juta, dan menyerahkannya kepada sang oknum jaksa.

Saat ditanya, apakah merasa diperas atau terbebani dengan perbuatan oknum jaksa L, Santi mengakui merasa sangat tertekan, karena sesungguhnya dia tidak mampu menyanggupi permintaan uang begitu besar.

“Saya stress berat Pak, mana suami di dalam penjara, anak yang harus saya kasih makan ada empat orang, ditambah lagi dimintai uang sebesar itu. Ya, saya sangat merasa diperas,” cetusnya.

Menangapi itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Binjai, Erwin Nasution, mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai atas persoalan tersebut.

Namun, belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena baru saja mengetahui kasus tersebut.(wol)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px