Log in

Melirik Visi dan Misi Bupati Langkat Mengembangkan Objek Wisata Baru Batu Katak di Bahorok

Resmikan Tugu Simpang Durian Mulo : Bupati Langkat, Terbit Rencana, PA saat meresmikan Tugu Simpang Durian Mulo, didampingi Ketua TP PKK Langkat Ny Tiorita Terbit Rencana di Kelurahan Bela Rakyat Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Rabu (29/1) lalu. Resmikan Tugu Simpang Durian Mulo : Bupati Langkat, Terbit Rencana, PA saat meresmikan Tugu Simpang Durian Mulo, didampingi Ketua TP PKK Langkat Ny Tiorita Terbit Rencana di Kelurahan Bela Rakyat Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Rabu (29/1) lalu.

Pembangunan pariwisata menjadi skala prioritas Bupati dan Wakil Bupati Langkat periode 2019- 2023, Terbit Rencana, PA - H Syah Affandin, SH. Keseriusan itu dapat dilihat dari visi dan misinya, menjadikan pembangunan pariwisata dan budaya sebagai prioritas utama bersama pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan.

Untuk itu, seluruh jajaran Pemkab Langkat dan masyarakat dituntut untuk bersinergi agar saling membantu untuk mendukung visi dan misi tersebut, supaya bisa berjalan dengan baik guna mewujudkan masyarakat Kabupaten Langkat yang cerdas, maju dan religius, sekaligus berbudaya serta mampu bersaing di era globalisasi seperti sekarang ini.

Terkait dengan pariwisata, ada yang menarik saat Tugu Simpang Durian Mulo diresmikan Bupati Langkat, Terbit Rencana PA didampingi Ketua TP PKK Langkat Ny Tiorita Terbit Rencana di Kelurahan Bela Rakyat Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Rabu (29/1) lalu.

Peresmian yang ditandai dengan pegucapan ‘Basmalah’ serta penekanan tombol sirene oleh Bupati itu dilakukan pada acara Gathering antara PT Bank Sumut Cabang Stabat dengan Pemkab Langkat.

Pada sambutannya, bupati berharap agar keberadaan tugu ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat sekitar untuk terus meningkatkan kepeduliannya terhadap berbagai potensi alam yang dimiliki, termasuk meningkatkan kepeduliannya dalam pengembangan potensi pariwisata di daerahnya.

Selain itu, bupati juga berpesan, baik kepada tokoh agama, tokoh masyarakat maupun tokoh pemuda setempat untuk menjaga dan merawat tugu ini secara bersama, agar menjadi aset pertanda kemajuan dan semangat daerah ini.

Pengembangan Ekowisata Batu Katak

Tangkahan, Lubuk Kertang dan Bukit Lawang adalah tiga objek wisata yang paling menarik dan terkenal di Kabupaten Langkat. Selain didatangi para wisatawan tanah air (lokal), ketiga objek wisata tersebut juga sudah terkenal sampai ke mancanegara.

Selain ketiga objek wisata itu, ada banyak puluhan objek wisata lain yang tersebar di seluruh kecamatan Kabupaten Langkat. Antara lain, adalah objek wisata Batu Katak yang terletak di Dusun Batu Katak, Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok. Hanya saja, objek wisata itu masih harus ‘dipoles’ lagi agar bisa tumbuh menjadi objek wisata unggulan di Kabupaten Langkat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat, Hj Nur Elly Hariani Rambe, MM menyatakan siap untuk mengembangkan Batu Katak agar bisa menjadi objek wisata unggulan yang baru di Kabupaten Langkat. Tapi, tentunya, dengan mengajak semua komponen yang ada, termasuk camat, kepala desa, masyarakat dan pihak pengembang (investor).

Sejarah Batu Katak

Menurut beberapa warga sekitar objek wisata Batu Katak yang ditemui, baru-baru ini, nama Batu Katak berawal dari sebuah batu yang bentuknya menyerupai seekor katak. Puluhan tahun lalu, Desa Batu Jonjong masih berupa hutan belantara yang dihuni beberapa warga.

Suatu hari, beberapa orang warga pergi menangguk udang di sungai. Namun, begitu ditangguk, bukan ikan atau udang yang didapat, melainkan sebuah batu yang bentuknya seperti katak. Karena merasa tak berharga, begitu didapat, batu itu pun langsung dibuang. Lalu menangguk lagi.

Anehnya, batu itu kembali masuk ke dalam tangguk. Kejadian itu terus menerus hingga tersiar dari mulut ke mulut. Apalagi, ikut menimpa warga yang lain, seolah-olah memang ada banyak batu berbentuk katak di sungai itu. Sejak keanehan tersebut, batu itu disebut batu katak. Selanjutnya, disepakatilah jika kembali menemukan batu tersebut, agar diambil dan disimpan.

Begitu ada lagi warga yang mendapat batu itu, langsung disimpan. Bahkan selanjutnya, batu itu disembah, seperti tuhan atau dewa bagi warga di sana. Sebab begitu disimpan, mereka langsung bermimpi didatangi sesosok laki-laki. Laki- laki itu meminta agar batu itu disimpan, bahkan disembah karena dia akan memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi warga.

Warga percaya, karena saat itu agama memang belum ada di sana. Karena itu, sah-sah saja batu itu disembah seperti dewa. Sejak saat itu, kampung itu disebut kampung Batu Katak. Saat ini, Batu Katak menjadi nama dusun di Desa Batu Jonjong.

Ramah dan Bersih

Ada yang menarik dari objek wisata Batu Katak. Lingkungannya bersih dan masyarakatnya ramah. "Ya, senang kami, karena masyarakatnya ramah. Bagusnya lagi, lingkungannya pun bersih.  Tidak ada sampah yang berserakan, karena di mana-mana ada disediakan karung sampah," ujar Katrina Talaksoru (57), penggiat pariwisata yang sedang berkunjung ke objek wisata Batu  Katak.

Harus Lebih Serius
Penggiat pariwisata, Katrina Talaksoru menilai, objek wisata Batu Katak memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.  "Ya, selain udaranya yang segar, pemandangan alamnya juga 'OK' dan masih sangat asri. Ada sungai yang dangkal dan jernih, ada pula hewan-hewan liar seperti burung dan lutung bergelantungan di pohon. Sungguh menakjubkan dan luar biasa," ucapnya.

Selain itu, dia menambahkan, bungalow dan penginapan juga ada. Belum lagi jarak tempuhnya yang tidak begitu jauh dari simpang Pekan Bahorok, hanya 7 km saja, sehingga mudah dijangkau. “Infrastruktur jalannya juga baik. Bahkan, jauh lebih baik dari Tangkahan yang ada di Kecamatan Batang Serangan," sebutnya.
   

Namun, menurutnya masih banyak yang bisa dibenahi. Sebagai contoh, barang-barang souvenir atau cendramatra sebagai oleh-oleh yang bisa dibawa pulang belum ada. “Kalau dikelola dengan baik, tentu objek wisata ini akan semakin berkembang dan maju.  Karena itu, Dinas Pariwisata dituntut lebih serius untuk mengembangkan objek wisata ini. Sedangkan media, biarkan mereka membantu dari segi promosi dan pemberitaan," tambahnya.  (BD)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px