Log in

Massa dan FUI Kecewa Hingga Nyaris Ricuh

Terdakwa penganiayaan Laurensius, minta keringangan hukuman dalam sidang di PN Medan, Rabu (28/3) Terdakwa penganiayaan Laurensius, minta keringangan hukuman dalam sidang di PN Medan, Rabu (28/3)

Terdakwa Penganiayaan Minta Keringanan

Medan-andalas Sejumlah ormas Islam meluapkan kekecewaannya atas pledoi (pembelaan) dari Laurentius, terdakwa penganiayaan terhadap Achmad Husin Siregar karena diminta menghentikan musik saat azan berlangsung. Massa langsung geram ketika mendengarkan pledoi yang dibacakan terdakwa di depan majelis hakim diketuai Erintuah Damanik. Sebab, Laurentius minta dihukum ringan. "Saya mohon yang mulia untuk memberikan saya hukuman dengan seringan-ringannya," ujar Laurentius membacakan pledoinya dalam sidang di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (27/3). Permintaan keringanan hukuman tersebut memantik kemarahan massa yang mengikuti jalannya persidangan. Apalagi, pada sidang sebelumnya Laurentius hanya dituntut lima bulan.

"Enak kali kau Laurentius, sudah menganiaya masih juga kau minta diringankan," kecam massa pengunjung sidang. Usai membacakan pledoi, majelis hakim meminta waktu selama satu minggu kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyusun agenda replik. "Sidang hari ini kita tutup dan dilanjutkan minggu depan," ujar majelis hakim. Massa kemudian ke luar ruang sidang. Namun, karena padatnya pengunjung sidang, sempat terjadi keributan dengan massa dari pihak terdakwa. Salah satu massa dari Ormas Islam FUI, Indra Suheri kakinya disenggol massa pihak Laurentius. "Dia tabrak kaki saya  pas tadi  ke luar, lantas saya pegang tangannya menanyakan apa maksud dia seperti itu," ungkap Indra Suheri.
Kendati demikian, Indra meredam amarahnya. Namun, massa kedua kubu yang menyaksikan itu langsung berdatangan hingga akhirnya terjadi aksi saling tolak.

Beruntung petugas keamanan PN Medan dan polisi cepat melerai kedua kubu dan meminta untuk tenang hingga mereka membubarkan diri. Sementara, kuasa hukum korban Syamsul Huda Johan, mengaku sangat kecewa dengan tuntutan terdakwa sebelumnya, karena hanya lima bulan penjara. Kekecewaan bertambah karena pledoi terdakwa minta keringanan hukuman. "Kita sangat kecewalah, pelimpahan perkara  dari pasal 170 subsidair pasal 351 itu, sanksi hukumannya kita tahu paling rendah 2,8  tahun penjara. Tetapi, jaksa hanya menuntutnya lima bulan, dasarnya apa," kesalnya. Semestinya, menurut dia, apabila ingin merubah pasal dalam suatu tuntutan atau dakwaan tidak boleh dirubah setelah dilimpahkan ke pengadilan.

"Seharusnya kan sebelum disidangkan bisa dikembalikan lagi ke polisi. Kenapa jadinya unsur utama penganiayaannya dihilangkan," kecamnya. Diketahui, penganiayaan terhadap korban  Achmad Husein Siregar terjadi pada 2014 lalu di kompleks perumahan Johor Indah Permai II, Medan. Saat itu, korban menegur terdakwa Laurentius yang bermain musik (band) saat azan berkumandang sehingga dinilai tidak menghargai kerukunan umat beragama. Namun terdakwa tidak terima, dan malah memukuli korban hingga babak belur. Akibatnya korban mengalami luka di wajah dan dan bagian tubuh lainnya.  (AFS)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 11 Dec 2018 27°C 22°C
  • 12 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px