Log in

Kurir Sabu 40 Kg Dituntut Mati

Terdakwa kurir sabu 40 Kg mendengarkan pembacaan tuntutan di PN Medan, Senin (18/11). Terdakwa kurir sabu 40 Kg mendengarkan pembacaan tuntutan di PN Medan, Senin (18/11).

Medan-andalas Hasanuddin alias Hasan (29), dituntut maksimal oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Karya Saputra. Terdakwa dituntut mati karena menjadi perantara (kurir, red) narkotika  jenis sabu lebih kurang seberat 40 kg di ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (18/11). Dalam nota tuntutannya, terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Meminta kepada majelis hakim, menjatuhkan terdakwa Hasanuddin dengan pidana mati," ujar jaksa di hadapan Ketua Majelis hakim, Erintuah Damanik.

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. "Hal yang meringankan tidak ada," tandasnya.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan, terdakwa Hasanuddin alias Hasan ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Kelurahan Lubuk Pakam Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Terdakwa ditangkap bersama dengan Edward Alias War, Dian Haryza, Edy Bagus Setiawan, Bayu Anggara, Jimmy Sastra Wong, M Razief Alias Ajib, Husaini dan Suhardi Nasution (dituntut di Pengadilan Lubuk Pakam).

Kasus ini bermula pada September 2018, terdakwa Hasanuddin yang telah diberitahu Toni alias Mike (DPO) untuk mengatur penjualan sabu di sekitar Medan.

Selanjutnya meminta terdakwa Suhardi Nasution untuk menerima penyerahan sabu-sabu sebanyak 40 kilogram dari Toni alias Mike melalui kurirnya.

Dalam praktiknya, terdakwa juga menerima pemberitahuan kepada siapa saja sabu tersebut untuk didistribusikan. Selanjutnya terdakwa meneruskan isi pesan pendistribusiannya kepada Alfirmansyah (DPO).

"Karena Al Firmasyah tidak memiliki telepon dengan aplikasi pesan WhatsApp, maka bekerjsama untuk pendistribusiannya bersama dengan M Razief," ungkap jaksa Nur Ainun.

Sabu kemudian diserahkan oleh Bayu Anggara pada Minggu, 16 September 2018 sekitar pukul 21.00 WIB, di depan Lapas Klas IIB Lubuk Pakam, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Kelurahan Lubuk Pakam Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.

Sabu seberat 4,137 kilogram yang belum diedarkan Dian Haryza disimpan Edy Bagus Setiawan. Namun, Edy beserta barang bukti ditangkap pada Minggu, 16 September 2018 sekitar pukul 21.30 WIB, di Jalan Bandar Labuhan Bawah Nomor 34 Kelurahan Tanjung Morawa A Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang.

Untuk pendistribusian narkotika di Hotel Griya sebanyak 5 bungkus (5 Kg) dilakukan oleh Al Firmasyah bersama-sama denga M Razief pada 15 September 2018 bertempat di kamar 425 Hotel Griya Medan dengan penerima Jimmy.

"Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Jimmy beserta barang buktinya pada 19 September 2018 sekitar pukul 13.30 WIB bertempat di Jalan Gunung Krakatau Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Medan Timur dengan jumlah narkotika berupa sabu-sabu seberat 5 kg," terang JPU.

Saat petugas melakukan penangkapan terhadap Husaini pada 17 September 2018 sekitar pukul 19.40 WIB bertempat di Kafe Gabeng, Jalan Kasuari 88 Medan Sunggal Kota Medan, ditemukan barang bukti sabu seberat 2,3 kg gram.

Selanjutnya, terdakwa Hasanuddin pada 17 September 2018 sekitar pukul 19.00 WIB menghubungi kembali Suhardi Nasution untuk menerima penyerahan narkotika sebanyak 30 paket narkotika dan 1 paket ekstasi dari Toni alias Mike.

Setelah seluruh paket narkotika tersebut diterima Suhardi, sabu tersebut disimpan di rumah kontrakan Jalan Al Watoniah Sungai Dua Kelurahan Gading Kecamatan Datuk Bandar, Tanjung Balai sambil menunggu perintah dari Toni.

"Namun, sebelum sempat seluruh paket narkotika tersebut diedarkan, petugas BNN RI akhirnya melakukan penangkapan pada 20 September 2018 sekitar pukul 01.30 WIB bertempat di rumah kontrakan Suhardi di Datuk Bandar, Tanjung Balai dan ditemukan sabu sebanyak 30.948 gram dan pil ekstasi berlogo “Trump” dan pil ekstadi sebanyak 2.985 butir," beber jaksa.

Dalam pengembangan pihak BNN, setelah hampir 7 bulan DPO, terdakwa ditangkap pada Juli 2019 di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Kelurahan Lubuk Pakam Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.(AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px