Logo
Print this page

Korupsi Pengadaan Alat Peraga Sekolah, ASN dan Rekanan Pemko Binjai Dituntut 1,5 Tahun

Terdakwa dugaan korupsi Disdik Binjai mendengarkan tuntutan JPU di PN Medan, Senin (15/4). Terdakwa dugaan korupsi Disdik Binjai mendengarkan tuntutan JPU di PN Medan, Senin (15/4).

Medan-andalas Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Binjai, Bagus Bangun (58), serta rekanan, Dodi Asmara (36), dituntut masing-masing 1,5 tahun penjara denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Keduanya dinilai bersalah melakukan korupsi pada pengadaan alat peraga sekolah di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Binjai yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp499.143.300.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Binjai dalam persidangan di ruang 9 PN Medan, Senin (15/4). Dodi dan Bagus merupakan dua dari 11 pelaku, yang lebih dulu disidangkan tim JPU dipimpin Kajari Binjai Victor Antonius.

"Meminta kepada majelis hakim untuk menghukum kedua terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan dengan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan penjara," kata A Ginting di hadapan majelis hakim diketuai Azwardi Idris tersebut.

Seusai membacakan tuntutannya, majelis hakim langsung menutup sidang dan melanjutkannya pekan mendatang dengan agenda pledoi terdakwa.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU menyatakan perbuatan Dodi Asmara dan Bagus Bangun bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Terdakwa Dodi Asmara selaku Direktur PT Aida Cahaya Lestari yang memenangi tender pengadaan sekolah kontrak tidak melaksanakan kontrak dan menyerahkan hasil pekerjaan dalam keadaan lengkap. Ini melanggar prinsip-prinsip dan etika pengadaan," ujar JPU.

Sementara, terhadap Bagus Bangun, pembacaan dakwaan dilakukan terpisah, JPU menyatakan perbuatannya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersalah karena tidak melakukan pengendalian kontrak.

Bagus justru menerima penyerahan hasil pekerjaan oleh perusahaan Dodi Asmara (PT Aida Cahaya), padahal kontrak tersebut tidak lengkap dikerjakan sesuai kesepakatan.

Kedua terdakwa bersama pelaku lainnya melakukan penggelembungan harga atau mark-up hingga pengadaannya fiktif dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2010 Pemko Binjai.

"Berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Popinsi Sumatera Utara Nomor: SR-45/PW02/5.2/2018 tanggal 22 Oktober 2018, negara mengalami kerugian sebesar Rp499.143.300," terang JPU.

Diketahui, selain Bagus Bangun dan Dodi Asmara, Kejari Binjai turut menetapkan sembilan tersangka lainnya dan belum disidangkan. (AFS)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com