Log in

Korupsi Dana BOS, Mantan Kepala SMP HKBP Ambarita Divonis 2 Tahun

Terdakwa dugaan korupsi dana BOS tertunduk malu dalam sidang vonis di PN Medan, Jumat (12/7). Terdakwa dugaan korupsi dana BOS tertunduk malu dalam sidang vonis di PN Medan, Jumat (12/7).

Medan-andalas Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) pada Pengadilan Tipikor Medan memvonis eks (mantan) Kepala SMP HKBP Ambarita, Putra Perwira Purba 2 tahun penjara, Jumat (12/7/2019)

Terdakwa terbukti bersalah melakukan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp125 juta. Selain pidana penjara, hakim juga menghukum terdakwa dengan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan.

"Menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Putra Perwira Purba selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan," ujar hakim dalam amar putusannya.

Hakim Ketua Mian Munthe mengatakan, hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. "Hal yang meringankan karena terdakwa sudah mengembalikan sebagian uang dari hasil korupsi senilai Rp 93.588.000," terangnya.

Selain itu, terdakwa juga dibebankan Uang Pengganti (UP) sebesar 93.588.000, dan jika tidak dibayarkan akan diganti penjara selama 1 tahun.

Putusan ini jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yaitu 3 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta dengan subisidair selama 3 bulan kurungan.

Dalam dakwaan sebelumnya, Jaksa Chrispo Simanjuntak menyebutkan, terdakwa didakwa melakukan korupsi terhadap dana Bos di SMP Swasta HKBP Ambarita Kecamatan Simanindo  Kabupaten Samosir sejak 2015 hingga 2017.

"Perbuatan Terdakwa diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," jelasnya.

Atas perbuatannya, terdakwa dapat dipidana penjara terberat dengan maksimal 20 tahun penjara serta dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Chrispo menjelaskan, awal mula kasus sejak Putra dilantik menjadi kepala sekolah pada 28 April 2015 menggantikan M Ambarita yang meninggal dunia. "Sebagai kepala sekolah, terdakwa merupakan penanggungjawab pengelolaan dana BOS di SMP Swasta HKBP Ambarita," jelasnya.

Adapun rincian dana BOS yang diterima SMP Swasta HKBP Ambarita pada Triwulan III 2015 sampai dengan Triwulan IV 2017, terdapat 8 triwulan sebesar Rp 375.650.000.

"Selanjutnya terdakwa menggunakan dana BOS di SMP HKBP Ambarita tersebut berdasarkan pemikiran pribadi dan tidak berpedoman pada Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) SMP Swasta HKBP Ambarita karena RKAS tidak pernah disetujui dalam rapat dewan pendidik," ungkapnya.

Selanjutnya, terdakwa dalam prakteknya mengelola dana BOS SMP swasta HKBP Ambarita membentuk tim manajemen BOS sekolah.

"Terdakwa mengangkat Joni Rumahorbo secara lisan menjadi bendahara dan mengangkat Durmintan Situmorang menjadi operator Dapodik tanpa menerbitkan Surat Keputusan," tutur Chrispo.

Selanjutnya, terdakwa juga melakukan penarikan mayoritas dana BOS pada Triwulan III 2015 sampai dengan Triwulan IV 2017 dari rekening sekolah tanpa didampingi Joni selaku bendarhara lalu memegang sendiri uang tersebut.

"Terdakwa hanya memberikan uang dari dana BOS kepada Joni sekitar Rp 152.500.000, untuk melakukan pembayaran honor guru, pegawai sekolah, honor bendahara, pengganti transport MGMP Juli sampai dengan Desember 2017," sebutnya.

Sedangkan sisanya dibelanjakan secara sepihak oleh terdakwa tanpa sepengetahuan bendahara, dan bahkan SMP SHKBP Ambarita juga memiliki utang pembelian Alat Tulis Kantor (ATK)pada tahun 2016-2017 sebesar Rp.10.632.000, yang belum dibayarkan kepada UD Sinar Sahabat.

Terdakwa kemudian membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Triwulan III tahun 2015 sampai dengan Triwulan IV Tahun 2017, serta dokumen pendukung tanpa melibatkan Joni selaku bendahara. "Akibat perbuatan terdakwa keuangan negara di SMP HKBP Ambarita dirugikan sebesar Rp 125.588.700,00," pungkasnya. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px