Log in

Korban Tewas Ledakan Gas di Jalan Kruing Bertambah

Suasana di rumah duka pengusaha Sate Kerang yang meninggal setelah sempat mendapat perawatan. Suasana di rumah duka pengusaha Sate Kerang yang meninggal setelah sempat mendapat perawatan.

Medan-andalas Korban tewas akibat ledakan gas di Jalan Kruing Kecamatan Medan Petisah bertambah. Rahmat Efendi (43), yang sebelumnya dirawat di rumah sakit akibat menderita luka bakar hingga 50 persen, meninggal dunia setelah sepekan mendapat perawatan.

Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.35 WIB itu, diketahui 12 orang menjadi korban, dua diantaranya meninggal dunia, enam mendapatkan perawatan dan empat lainnya berobat jalan.

Rahmat akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (18/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara sang istri masih berjuang untuk sembuh dari luka bakar yang diderita.

Meninggalnya sosok Rahmat, yang dikenal sebagai pengusaha Sate Kerang yang sukses, langsung diumumkan di Masjid Al Yasamin dan Al Ihsan dekat rumah duka.

Jenazah Rahmat dibawa ke rumah duka di Jalan PWS Lorong Kerang, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah. Rumah itu merupakan peninggalan keluarga yang sudah ditempati Rahmat sejak kecil.

Sampai akhirnya pada 7 bulan silam, Rahmat memilih pindah ke Jalan Kruing untuk lebih fokus mengurus usaha Sate Kerang miliknya tersebut.

Di rumah duka, sudah terpasang tenda hijau Serikat Tolong Menolong (STM). Baik sanak keluarga maupun jiran tetangga tampak silih berganti berdatangan untuk mengucapkan belasungkawa sembari melihat jenazah Rahmat yang terakhir kali, sebelum dikebumikan besok.

Beberapa kali isak tangis terdengar dari dalam rumah keluarga Rahmat. Keluarga maupun jiran tetangga tidak menyangka, secepat ini pria yang dikenal baik ini meninggal dunia.

Salah seorang tetangga korban yang sudah dianggap seperti saudara, Rianto (58) mengatakan, Rahmat adalah sosok jiran tetangga yang sangat baik.

"Walau sudah tujuh bulan terakhir dia sudah tidak tinggal di sini, tapi Rahmat masih sering main ke sini untuk lihat keadaan kakaknya," kata Rianto di rumah duka, Kamis (18/4).

"Dia sering kasih sedekah ke masjid. Warga yang tidak mampu seperti janda-janda tua, dia juga tak sungkan untuk beri sedekah. Tingkah lakunya baik dan nggak pernah aneh-aneh. Pokoknya bagus orangnya," ujar pria yang mengenakan celana jeans abu-abu dan kemeja liris merah dengan rambut yang sudah agak memutih tersebut.

Rianto menceritakan, Rahmat merupakan anak laki-laki paling bungsu dari 8 bersaudara. Dalam satu keluarga ada 5 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.

Semasa hidup, Rahmat tidak sempat merasakan kasih sayang seorang ibu. Karena begitu dirinya dilahirkan ke dunia, sore atau malamnya ibu Rahmat meninggal dunia.

"Dia nggak sempat merasakan kasih sayang ibunya. Karena setelah lahir, tak lama dihari itu juga ibunya meninggal dunia," ucap Rianto.

Disinggung soal perasaannya saat mendengar kabar duka Rahmat telah meninggal dunia, Rianto mengaku sangat sedih.

"Saya dengar kabar ini sedih. Menetes air mata saya. Sangat baik dia itu orangnya dan bagus dalam pergaulan," beber Rianto. (mtc)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px