Log in

Kejatisu Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi TSS dan TRB

Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak didampingi Aspidsus, menggelar Konfers dalam rangka HUT ke-59 Adhyaksa, Jumat (19/ 7). Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak didampingi Aspidsus, menggelar Konfers dalam rangka HUT ke-59 Adhyaksa, Jumat (19/ 7).

Aspidsus : Jangankan Bupati, Siapapun Kita Libas

Medan-Andalas Penyidik tindak pidana khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Sumut menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Tapian Siri Siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada 16 Juli 2019 lalu.

"Kita menyadari begitu antusias masyarakat mengikuti kasus ini. Karena itu, kami telah menetapkan tiga tersangka untuk tahap awal dalam dugaan korupsi proyek pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu," terang Asisten Intelijen Kejatisu, Leo Simanjuntak kepada wartawan di Kejatisu, Jumat (19/7).

Kata Leo, peningkatan tahapan dari penyelidikan ke penyidikan sekaligus menetapkan tiga tersangka adalah bentuk keseriusan Kejatisu dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Sumatera Utara, dan juga sebagai kado HUT Adhyaksa ke 59 tahun 2019.

Sementara, Aspidsus Irwan Sinuraya mengungkapkan, berdasarkan hasil audit akuntan publik, ditemukan adanya unsur kerugian negara sebesar Rp 4,7 miliar dari pengerjaan dua proyek taman rekreasi di Madina itu.

"Berdasarkan hasil audit yang dilakukan kantor akuntan publik dari dua lokasi proyek itu, ditemukan adanya unsur kerugian negara mencapai Rp 4,7 miliar," beber Sinuraya.

Aspidsus yang baru bertugas di Kejatisu tersebut juga menyatakan, akan secepatnya membawa kasus tersebut ke pengadilan untuk disidangkan.

Karena itu, dia meminta masyarakat turut memantau, dan apabila ditemukan pihak lain dalam proses persidangan nantinya, tidak segan untuk menetapkannya sebagai tersangka baru.

"Kalau memang ada fakta baru nantinya di sidang, kita akan tetapkan tersangka baru, kita nggak perduli siapapun dia. Jangankan bupati, siapapun akan kita libas," tegas Sinuraya.

Menjawab wartawan, Sinuraya mengaku telah memanggil ketiga tersangka. Namun, dia tidak bisa memastikan apakah ketiganya akan dilakukan penahanan atau tidak.

"Kalau tidak salah hari ini kita periksa. Ini Jumat kan, ya hari ini. Tapi, apakah akan dilakukan penahanan, itu tergantung penyidik. Kalau memang atas dasar kepentingan penyidikan perlu ditahan, kita akan tahan, akan saya tandatangani surat penahanannya," pungkas Sinuraya.

Adapun ketiga tersangka adalah Plt Kadis Perkim Kabupaten Mandailing Natal inisial RL, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ED dan KAR juga PPK pada Dinas Perkim.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat dari Madina maupun Tabagsel berulangkali melakukan  unjukrasa di depan Kejatisu. Mereka meminta agar Kejatisu secepatnya memberikan kepastian hukum, apakah ada unsur korupsi dalam proyek tersebut atau tidak.

Bahkan, massa mensinyalir adanya keterlibatan Bupati Madina Dahlan Nasution. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px