Log in

Kejati Sumut Tahan Plt Kadis PUPR

Tiga tersangka dinaikkan ke mobil tahanan menuju Rutan Tanjung Gusta, Selasa (10/9). Tiga tersangka dinaikkan ke mobil tahanan menuju Rutan Tanjung Gusta, Selasa (10/9).

Terkait Dugaan Korupsi TRB dan TSS Madina

Medan-andalas Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) masih terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Penahanan kembali dilakukan terhadap tiga tersangka, seorang diantaranya pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Madina, SD.

Sebelumnya, Kejatisu juga telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka dari Dinas Perkim Madina, yang turut dalam dugaan korupsi lahan rekreasi Madina tersebut. Bahkan ketiganya akan disidangkan di PN Medan, dalam pekan ini menyusul pelimpahan berkas yang dilakukan JPU.

Tiga tersangka baru tersebut adalah, SD selaku Plt Kadis PUPR Madina, dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) NS dan LS. Ketiganya ditahan usai menjalani pemeriksaan di kantor Kejatisu, sejak pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, Selasa (10/9).

"Benar, ketiganya sudah kita tahan usai diperiksa sekitar 4 jam lamanya. Untuk 20 hari ke depan mereka dititipkan di Rutan Tanjung Gusta," terang Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian.

Kata Sumanggar, total kerugian keuangan negara dari pekerjaan yang dilakukan Dinas PUPR pada proyek pembangunan TRB dan TSS itu mencapai Rp2.830.270.000.

"Kerugian negaranya kalau dirincikan fisiknya, pekerjaan pembangunan sebesar Rp536 juta lebih, terus pengadaan alat beratnya Rp2,29 miliar. Jadi, kalau ditotal sekitar Rp2,830 miliar lebih," papar Sumanggar.

Disebutnya, dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan pembangunan TRB dan TSS dilakukan tanpa adanya kontrak terlebih dahulu.

"Sehingga proses pencairan dana kepada pelaksana pekerjaan dilakukan oleh pejabat pengadaan untuk merekayasa administrasi pengadaan langsung, seolah-olah penyediaan barang jasa melalui metode pengadaan langsung benar dilaksanakan," ungkap Sumanggar.

Sumanggar menambahkan, pekerjaan pelaksanaan pembangunan proyek tersebut berada di daerah aliran sungai (DAS) dan Sempadan Sungai Aek Singolot dan masih berada dalam DAS Sungai Batang Gadis, yang merupakan daerah larangan mendirikan bangunan permanen.

Pantauan Wartawan, sebelum dilakukan penahanan, ketiga tersangka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan di Klinik Pos Ni Roha yang berada di area gedung Kejatisu.

Setelah itu, mereka dibawa ke dalam gedung guna melengkapi administrasi. Tersangka SD,  mengenakan batik cokelat lengan pendek dan memakai kacamata, sedangkan NS berkemeja biru dan LS terlihat tergesa-gesa berjalan menuju gedung. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px