Log in

Kecewa Kinerja Polres Taput, Keluarga Candra Simamora Mengadu ke Poldasu

Keluarga korban menyampaikan surat pengaduan ke kantor pos Polda Sumut, Senin (16/9). Keluarga korban menyampaikan surat pengaduan ke kantor pos Polda Sumut, Senin (16/9).

Medan-andalas Keluarga Candra Simamora mengadu ke Poldasu terkait kasus kematian korban warga Desa Pantis Kecamatan Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Senin (16/9). Peristiwa itu terjadi pada Minggu (1/9) lalu di pinggir Jalan Tarutung - Siporok Desa Pancurnapitu Kecamatan Siatas Barita Taput.

Pengaduan itu disampaikan karena kecewa dengan kinerja Polres Taput yang menangani kasus tersebut dianggap tidak profesional.

Keluarga korban diwakili adik kandung almarhum Candra Simamora, Juswadi Simamora dan Tardas Zulfadli Simamora, SH datang langsung mengadu ke Mapoldasu karena kecewa dengan Polres Taput saat dipimpin AKBP Horas Marasi Silaen.

Keluarga korban mengadu kepada Kapoldasu, Irwasda Poldasu dan Propam Poldasu. Pihak keluarga korban juga mengadukan kasus ini ke Mabes Polri melalui surat pengaduan yang dilayangkan via Pos.

Juswadi Simamora saat ditemui di Mapoldasu kepada wartawan mengaku, kedatangan mereka adalah mengadu ke Kapoldasu karena kecewa atas penanganan Polres Taput terkait kasus kematian abang kandungnya, Candra Simamora yang terjadi 1 September lalu. Dia menyebut Polres Taput terkesan tidak serius dan tidak maksimal menangani kasus ini.

“Sudah dua pekan kasus kematian abang saya terjadi, namun belum ada tanda-tanda bakal terungkap. Pihak Polres Taput pun cq Reskrim dan Lantas terkesan 'over bola', bekerja setengah hati menangani kasus ini,” sebut Juswadi.

Sempat SP3

Juswardi berpendapat demikian, karena sehari setelah kejadian, tepatnya Senin (2/9) pukul 18.00 WIB, Polres Taput melalui Kasat Reskim AKP Zulkarnain SH dalam gelar perkara di Gedung Tri Brara Polres Taput, dan didukung hasil visum menyimpulkan, korban diduga tewas disebabkan kecelakan lalu lintas (laka lantas). Karenanya pihak Polres sempat merilis bahwa kasus dugaan tindak penganiayaan terhadap korban sempat dinyatakan SP3 (Surat  Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan).

“Bagaimana mungkin satu hari setelah kejadian pihak Polres langsung menyatakan SP3 terhadap kasus dugaan penganiayaan terhadap abang kami (korban, red). Kalau pun Candra dinyatakan korban laka lantas, mengapa tidak ada penanganan dari pihak lantas. Kalaupun laka lantas, kan harus ada yang menabrak, dengan apa ditabrak dan di mana ditabrak,” ujar Juswardi.

“Setelah kasus ini dimuat di media massa, pihak Polres melalui Kasubag Humas Aiptu Sutomo Simaremare baru memuat keterangan, kasus kematian Candra belum dipastikan akibat laka lantas, dan pihaknya tetap melakukan pengusutan,” sebutnya.

Kasus Candra Simamora terjadi Minggu (1/9) dinihari lalu. Ia semula pergi minum-minum di kafe kawasan Desa Pancurnapitu dengan temannya marga Srg. Diduga karena pembayaran minum mereka kurang, temannya pergi ke arah Tarutung untuk mengambil uang di ATM. Namun ketika Srg kembali, ditemukan Candra tergeletak di pinggir jalan Tarutung-Sipirok Desa Pancurnapitu Kecamatan Siatas Barita Taput.

Saat ditemukan, tubuh korban penuh luka. Candra ketika itu masih bisa berkomunikasi. Bahkan, di Puskesmas Onanhasang, tempatnya pertama kali mendapat perawatan, korban saat ditanya pihak keluarga disaksikan paramedis Puskesmas menyebutkan dia bukan kecelakaan tapi karena dipukuli. Hanya saja korban tidak menyebutkan siapa yang memukulinya.

Karena luka yang dideritanya sangat serius, Candra kemudian dibawa ke RSUD Tarutung. Namun hanya beberapa jam dirawat, atau sekira pukul 08.45 WIB, dia meninggal dunia. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px