Log in

Kapoldasu Warning Sejumlah Dinas untuk Berbenah

Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin pada Anev 100 Hari Kerja Kapoldasu, Rabu (5/12). Kapoldasu, Irjen Pol Agus Andrianto menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin pada Anev 100 Hari Kerja Kapoldasu, Rabu (5/12).

Anev 100 Hari Kerja

Medan-andalas Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto, mengingatkan kepada sejumlah dinas di Sumut untuk segera melakukan pembenahan kinerja jika tidak ingin berurusan dengan hukum. "Diwaspadai Dinas PU, Dinsos, Disdik. Manfaatkan waktu yang terisa untuk berbenah," ujar jenderal bintang dua tersebut pada kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) 100 Hari Kerja Kapolda Sumut di Aula Tribrata Mapoldasu, Rabu (5/11) pagi. Disinggung soal adanya indikasi penyelewenangan anggaran di sejumlah dinas pemerintahan, Agus tidak menampik, tapi tidak juga membenarkan. Dia hanya mengatakan, yang sudah salah harus dibenahi.

Evaluasi dilakukan bersama seluruh walikota dan bupati se-Sumatera Utara, para rektor/mewakili, Ketua FKUB, Ketua MUI Kota Medan dan pejabat utama Polda Sumut, serta perwakilan-perwakilan Komunitas seperti nelayan dan parbetor. Kapolda menyampaikan, program 100 hari kerja yang sudah dilaksanakan yaitu melakukan penataan terhadap PKL, penertiban pos polisi dan papan reklame yang berdiri di jalur hijau dan tanpa izin, tatap muka dengan akademisi, tukang sapu, bilal mayit, Jumat barokah, doa bersama umat kristiani dan subuh berjamaah, penanaman nagrove dan kegiatan sosial lainnya serta pemberantasan premanisme.

Dia memastikan program ini tidak hanya berjalan di 100 hari kerjanya, tapi juga akan melaksanakan Program 100 hari ke-2 (dua).  "Ke depannya kita melanjutkan program 100 hari ini, yang belum selesai kita teruskan, dan yang di daerah belum jalan kita dorong untuk jalan," tegasnya. Dia mengaku sengaja melakukan evaluasi 100 hari kerjanya melibatkan bupati atau wali kota  di Provinsi Sumut. "Tadi Wali Kota Medan, Kapolrestabes Medan dan Direktur Reskrimsus sudah melakukan pemaparan hasil kinerja 100 hari kerja. Dengan harapan menjadi contoh bagi bupati dan wali kota yang lain untuk melakukan upaya perbaikan," tukasnya.

Kapolda mengatakan, hukum merupakan alat rekayasa sosial. Artinya, dalam proses hukum menjadi langkah akhir untuk menindaklanjutinya. Hukum digunakan untuk mengajak orang lain berbuat baik. "Ultimum Remedium, dimana penegakan hukum merupakan tindakan terakhir untuk memaksa pengemban fungsi berjalan sesuai tupoksinya," katanya. Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sumut, Maratua Simanjuntak mengatakan, apa yang dilakukan Kapolda Sumut beserta jajaran merupakan amal ma'ruf nahi munkar yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak.

"Program ini harus didukung, sekarang Kota Medan sudah terlihat banyak perubahan dan juga pelayanan di Sumatera Utara sudah lebih baik," katanya. Masyarakat Sumatera Utara bangga dengan sosok Kapolda yang tegas dan berbaur dengan semua kalangan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin mengaku banyak terbantu oleh support Kapolda Sumut untuk melakukan penataan terhadap kota Medan. Dia berharap, OPD dan masyarakat dapat bersinergi dalam memahami tugas dan tanggungjawab yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan ketertiban, rasa aman dan nyaman bagi warganya. "Program ini akan berlanjut. Jadi mana yang belum tertata akan kita tata lagi," tandasnya. (DA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px