Log in

Kapolda Sumut : Tersangka Mendelegitimasi KPU


Penyebar Video Hoax KPU Relawan Salah Satu Capres

Medan-andalas Poldasu akhirnya berhasil mengungkap kasus video hoax laporan KPU Sumut dan Medan, dengan menangkap dua tersangka penyebar dalam penyergapan terpisah di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Berdasarkan penyidikan petugas, terungkap tersangka merupakan simpatisan salah pasangan calon presiden (capres). Penyebaran vidoe hoax tersebut dilakukan atas inisiatif sendiri, tanpa perintah dari pihak manapun.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto dikonfirmasi andalas melalui telepon seluler menyebut, perbuatan kedua tersangka merupakan tindakan mendeligitimasi lembaga penyelenggara pemilu. Kata dia, apabila dilihat dari kaos saat pelaku ditangkap, merupakan simpatisan dari salah satu paslon.

"Jangkauannya nasional. Menurut saya mendelegitimasi KPU secara umum," ujar jenderal bintang dua tersebut.

Sementara, Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan keduanya merupakan warga Jawa Barat, yakni Usep Riyana (27) warga Kampung Citapen, Desa Suka Jata Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat, dan Andi Kusmana (25), warga Desa Situmandala Kecamatan Rancah, Ciamis, Jawa Barat.

"Kedua pelaku sudah ditangkap. Usep Riyana ditangkap di Purwakarta dan Andi Kusmana ditangkap di Bekasi," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (22/3).

Tatan menjelaskan Usep Riyana ditangkap terlebih dahulu berdasarkan laporan dari KPU Sumut. Pria yang bekerja sebagai sebagai buruh harian lepas itu mengunggah video kericuhan dengan tambahan teks yang provokatif, yakni dalam keterangan di akun facebooknya video kericuhan itu karena surat suara yang sudah tercoblos.

"Barang bukti yang disita dari pelaku, yakni satu lembar tangkapan layar, handphone, kaos bertuliskan relawan salah satu capres dan fotocopy petikan SK sebagai relawan," jelasnya.

Sedangkan tersangka Andi Kusmana ditangkap berdasarkan laporan KPU Medan. Andi Kusmana mengunggah video yang sama dengan mengatakan KPU digerebek warga karena ketahuan mencoblos surat suara.

"Kedua pelaku tidak punya hubungan apa-apa. Jadi, mereka mengambil video dari dunia maya, kemudian diedit diposting di wall yang bersangkutan," sebut Tatan.

Dari hasil penyidikan, lanjut Tatan, keduanya mengaku mengunggah hoax karena kemauannya sendiri. Pelaku juga tidak mengetahui jika video itu sebenarnya adalah kericuhan di Pilkada Tapanuli Utara pada 2018 lalu.

"Pelaku merupakan simpatisan atau relawan dari salah satu capres. Pelaku melihat video tersebut. Mereka merasa calon presiden mereka telah dicurangi oleh KPU Sumut. Padahal, itu merupakan video lama yang mereka dapat di dunia maya," terangnya.

Untuk itu, Tatan menyatakan, kedua pelaku ini akan dijerat dengan Pasal 28 (2) jo Pasal 45a (2) UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE Subsider Pasal 14 (1) UU RI No 1 Tahun 1946.

Di tempat terpisah, Subdit V/Cyber Crime juga meringkus seorang tersangka ujaran kebencian melalui akun facebook (fb), yakni ZA (25). Warga Kabupaten Batu Bara itu telah memposting ujaran, binatang jokowi, 2019 tetap ganti presiden. Kata Tatan, tersangka ditangkap pada pekan lalu atas laporan S. "Kita menyita satu lembar screen shot, HP, baju, dan kaos," pungkas Tatan. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px