Log in

Kakek 75 Tahun Akui Hamili Siswa SMP


Delphi Ujung: Korban Dikerjai di Bawah Ancaman

Sidikalang–andalas Seorang siswi kelas 9 salah satu SMP Negeri di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, sebut saja Bunga, hamil 6 bulan setelah diduga menjadi ‘mangsa’ kakek berusia 75 tahun berinisial MM.

Kasus tersebut dalam pendampingan Forum Peduli Perempuan Indonesia (FPPI) Kabupaten Dairi dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemkab Dairi.

Ketua FPPI Dairi, Delphi Masdiana Ujung (foto) kepada wartawan, Selasa (24/3) menyebut, kasus tersebut telah terkonfirmasi dari korban Bunga maupun pelaku MM. Bedanya, Bunga mengaku perbuatan bejad kakek telah dilakukan berulang kali. Sementara menurut MM, hubungan terlarang itu dilakukan sebanyak 3 kali.

Kasus itu terungkap sekitar satu pekan lalu, bermula dari kecurigaan guru terhadap kondisi perut Bunga yang kian membesar. Meski sempat menolak untuk menceritakan aib yang menimpanya, akhirnya Bunga membuka tabir.

Berdasarkan pengakuan korban dan penulusuran FPPI Dairi, sambung Delphi Masdiana Ujung, orang tua korban dan pelaku bertetangga dengan jarak kediaman sekitar 50 meter.

Karena rumah orang tuanya belum dialiri listrik, maka korban kerap mendatangi kediaman pelaku yang berstatus duda itu untuk menumpang men-charger handphone (HP).

Namun, pada sekitar Juli atau Agustus 2019 lalu, saat Bunga datang seperti biasa untuk men-charger HP-nya, kakek bejad itu melancarkan aksinya.

“Saat itu MM menutup pintu rumah, dan korban ‘dikerjai’ di bawah ancaman,” sebut Delphi.

Mulus melakukan aksi pertamanya, perbuatan itu kembali diulangi pelaku termasuk di areal perladangan miliknya dekat rumah korban.  

Belakangan, setelah perbuatan itu terbongkar, penatua kampung berkumpul lalu merumuskan untuk merestui hubungan keduanya. Selanjutnya, pada  Sabtu (22/3) lalu, gadis belia di bawah umur tersebut dijemput dari rumah orangtuanya dan dibawa ke tempat pelaku.

“Dua malam keduanya tinggal se atap tanpa ikatan yang sah secara agama maupun peraturan perundang-undangan. Saat itu, kakek yang telah menduda sekitar 20 tahun itu, kembali melakukan hubungan badan dengan Bunga,” ungkap Delphi.

Saat tim FPPI dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mendatangi kediaman pelaku, pihak keluarga sempat menyatakan keberatan kasus tersebut dibawa ke ranah hukum dan menganggapnya telah selesai dengan peran penatua kampung yang merestui keduanya tinggal se-atap.

Namun, setelah diberi pengertian bersama perangkat pemerintah desa, ibu korba boru Sinaga kemudian mengungkapkan, mereka sebenarnya berniat untuk mengadu tetapi tidak tahu bagaimana caranya.

Selanjutnya, pihak keluarga korban menyatakan setuju kasus itu masuk proses hukum dengan pendampingan FPPI dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dairi.

Korban Bunga kemudian dibawa dari rumah kakek MM dan selanjutnya membuat pengaduan ke Polres Dairi.

“Saat ini korban berada di rumah aman di Sidikalang dalam pengawasan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sementara surat pengantar dari kepolisian untuk mendapatkan visum telah diterima,” kata Delphi.

"Anak-anak harus dilindungi agar terhindar dari predator, dan kasus itu mesti diselesaikan secara hukum agar menimbulkan efek jera serta tidak terulang di kemudian hari, termasuk kepada orang lain," ujar Delphi Masdiana Ujung.

Terpisah, Camat Sumbul, Roy Sinaga mengaku, sudah menerima informasi tersebut melalui pembicaraan telepon seluler dengan kepala desa tempat Bunga domisili dan MM.   

“Saat ini, korban dalam pendampingan FPPI dan pengawasan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Dairi,” tandas Roy. (GOL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px