Log in

Jalani Hukuman Penipuan, Kades Rambung Kembali Diadili Karena Korupsi

Kades Rambung Estate, Sei Rampah, Sergai diadili di PN Medan karena kasus korupsi, Kamis (10/1). Kades Rambung Estate, Sei Rampah, Sergai diadili di PN Medan karena kasus korupsi, Kamis (10/1).

Medan-andalas Kepala Desa (Kades) Rambung Estate, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Haidir, menjalani sidang perdana di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (10/1) sore. Dia menjadi terdakwa kasus korupsi penyimpangan Dana Desa Tahun 2016.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Doni Harahap, diketahui, besaran Dana Desa (DD), Anggaran Dana Desa (ADD) dan dana Bagi Hasil Pajak (BHP) yang diterima Desa Rambung Estate Sei Rampah, Sergai pada Tahun Anggaran 2016 totalnya sebesar Rp865 juta lebih  digunakan untuk beberapa kegiatan pembangunan. Namun, pada pengerjaan kegiatan tersebut, ternyata tidak sepenuhnya disalurkan sesuai anggaran yang ditetapkan, seperti pembangunan drainase.

"Berdasarkan hasil investigasi lapangan atas kegiatan pelaksanaan pekerjaan pembuatan drainase dusun I dan dusun II sepanjang 765 meter yang terletak di Desa Rambung Estate Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Anggaran 2016, ditemukan fakta yaitu adanya kekurangan volume pekerjaan pembuatan drainase dusun I dan dusun II," ungkap JPU Doni Harahap, di hadapan majelis hakim, Ahcmad Sayuti.

Hal yang sama juga ditemukan pada kegiatan pekerjaan lain, terjadi penyimpangan dari proyek yang dianggarkan.

"Sehingga, berdasarkan hasil laporan audit penghitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran Desa Rambung Estate, ditemukan kesalahan administrasi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp360 juta lebih," sebut JPU.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor : 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor : 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Usai sidang, terdakwa mengaku menyesali dengan perbuatannya. Ulahnya  mengakibatkan anaknya yang duduk di bangku kuliah terpaksa harus berhenti. Sementara kata JPU, dalam perkara ini terdakwa Haidir juga tidak ditahan. Sebab, dia masih menjalani sisa masa hukuman 1,6 tahun dari 2 tahun 6 bulan penjara dalam kasus penipuan sebelumnya.

"Ya bang, dia nggak kami tahan, karena dia masih menjalani sisa masa hukuman kasus penipuan," ujar seorang JPU sambil menggiring terdakwa. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px