Log in

IRT Gagal Selundupkan Ganja ke Lapas Panyabungan

Masdiani saat di interogasi Kepolisian dan Petugas Lapas di ruangan KPLP Lapas Klas II B panyabungan, Senin (20/3). Masdiani saat di interogasi Kepolisian dan Petugas Lapas di ruangan KPLP Lapas Klas II B panyabungan, Senin (20/3).

Upah Rp 150 Ribu Untuk Hidupi Empat Anak

Panyabungan-andalas Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) tertangkap tangan membawa narkoba jenis ganja saat hendak membesuk suaminya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Panyabungan, Senin (20/3) siang. Masdiani (23) warga Desa Hutatua Kecamatan Panyabungan Timur ditangkap petugas Lapas Panyabungan bagian portir saat melakukan pemeriksaan. Berdasarkan informasi dihimpun andalas, Masdiani menyimpan ganja kering yang hendak diselundupkannya itu di lipatan celana panjang bagian bawah. Kalapas Klas IIB Panyabungan, Maju Amintas Siburian Amd melalui KPLP Klas IIB Panyabungan, H Bisran Batubara, mengakui adanya seorang ibu rumah tangga berkunjung ke Lapas kedapatan membawa ganja kering kurang lebih seberat 100 gram.

“Ganja kering ini ditemukan saat anggota kita yang piket, yakni M Fadli Lubis dan Ika Silvana melakukan tugas rutin bagi para tamu yang besuk dengan memeriksa barang bawaan pengunjung,” terangnya. Setiap pengunjung yang ingin membesuk keluarganya masuk ke Lapas pasti digeledah. Petugas menemukan barang haram disembunyikan pada lipatan celana panjang bagian bawah tersangka. Bisran mengungkapkan, ganja kering tersebut dibawa Masdiani yang hendak ingin menjenguk suaminya Sapruddin alias Canak kasus Narkoba yang sudah divonis 6 tahun penjara. ”Setelah barang haram itu ditemukan anggota, kita langsung hubungi pihak Polres untuk melakukan proses hukum. Barang bukti, kita akan serahkan semua kepada Polres Madina," katanya.

Sementara Masdiani mengaku, barang haram tersebut didapatnya dari Ardan warga Desa Hutatua dan akan diserahkan kepada Ridwan warga Aek Godang Kecamatan Panyabungan. Kata dia, Sabtu (18/3) Ridwan datang ke Desa Hutatua memesan ganja kepada Ardan. Senin (20/3) subuh, Ardan menyuruh saya membawa ganja kering ini,” sesal Masdiani sambil menangis. Dia menyebut, berjanji berjumpa dengan Ridwan di Aek Godang Panyabungan. “Saya sampai ke tempat perjanjian pertemuan pukul 07.00 WIB, namun sampai jam 12.00 siang Ridwan nggak datang,” kesalnya.

Dia mengaku mendapat upah Rp 150 ribu untuk mengantarkan ganja tersebut. Itu dilakukannya karena butuh uang untuk membiaya hidup empat anaknya. "Kalau tidak saya kerjakan bagaimana saya makan pak, anak saya empat. Karena kami tidak jadi berjumpa sesuai dengan yang dijanjikan, makanya saya bawa ganja ini ke Lapas yang disimpan di lipatan celana saya,” akunya. Kasat Narkoba Polres Madina AKP, Huayan Harahap dikonfirmasi Andalas di Lapas Klas IIB Panyabungan mengatakan, akan melakukan pengembangan  kasus ini. “Kita masih melakukan pendalaman dan akan mengejar orang yang disebutkan tersangka (pemasok),” tegasnya. (JBL)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

30°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 68%

Wind: 11.27 km/h

  • 22 Aug 2017 31°C 23°C
  • 23 Aug 2017 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px