Log in

Ibu dan Anak Dianiaya Tetangga


Medan-andalas Hanya karena persoalan sepele, seorang wanita dan anaknya dianiaya oleh tetangga. Kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan ke Polsek Medan Sunggal. Korban adalah Melisa (53), dan anaknya Alfin (30). Keduanya dianiaya tetangganya, Su (58), dan anaknya Ke (29).

Kasus penganiayaan ini berawal saat korban Melisa warga Kompleks Kasuwari Tahap II ini pada Minggu (12/5) menebang pohon Mangga yang hampir 15 tahun berdiri tepat di sebelah rumahnya sudah mulai lapuk.

"Di samping saya kan ada tanah sekitar 2.5 meter, ada 3 batang pohon mangga dan 2 batang pohon jambu air, namun pohon mangga itu sudah cukup tua semenjak saya tinggal di sana sudah ada," ujarnya, Rabu (15/5) siang.

Lanjut dikatakannya, takut terjadi yang tidak diinginkan, dia lantas menyuruh pegawainya untuk memangkas batang pohon mangga yang sudah mulai berulat tersebut.

"Saya suruh anggota untuk pangkas pohon mangga itu, karena sering rantingnya kena bodi mobil saya," terangnya.

"Sebelum saya pangkas, saya tanya dulu sama warga dan kepling, kata mereka pohon itu punya kompleks," sebutnya.

Setelah selesai ditebang, sisa-sisa ranting pohon itu lantas berserakan di tanah, namun saat bersamaan pelaku Ke lantas keluar dari rumahnya dan menanyakan siapa yang memotong pohon mangga tersebut.

"Dia (ke-red) bilang, siapa yang potong pohon itu, terus saya jawab kalau saya sudah bilang sama warga sekitar karena pohon ini sudah tua sehingga rantingnya kena mobil saya dan warga bilang ini pohon punya perumahan," ujar korban.

Kemudian, Ke lantas menyuruh untuk membersihkan seluruh ranting pohon tersebut. Keesokan harinya, saat korban tiba di rumahnya sepulang dari jualan dia melihat ranting pohon tersebut sudah bersih diangkut oleh mobil sampah.

"Besok malamnya saat saya tiba di rumah saya lihat itu semua sudah bersih, memang saya bilang sama anggota kalau nanti panggilkan mobil sampah untuk angkut ini semua," jelas korban.

Tak beberapa lama kemudian, dari dalam rumah dia lantas melirik ke depan dan melihat mobilnya sudah diapit oleh mobil milik Su. Karena itu, dia mendatangi rumah tetangganya itu untuk memindahkannya.

"Malam itu saya lihat, mobil saya sudah diapit oleh mobil mereka (Suwandi-red) dan saya langsung mendatangi rumahnya dia," terang korban.

Sampai di rumah Su, korban lantas mengatakan supaya memindahkan mobil tersebut karena menghalangi mobilnya saat hendak keluar.

"Tolong la pak mobilnya jangan parkir di situ saya besok pagi mau cepat-cepat keluar," ujar korban.

Namun saat bersamaan pelaku lantas menjawab dengan nada ketus, "suka-suka saya lah," ujar korban menirukan ucapan pelaku.

Mendengar jawaban Su, korban lantas mengatakan kalau tepat dib elakang mobilnya masih cukup luas, sehingga ia meminta mobilnya dimundurkan sedikit hingga mobil korban bisa keluar.

Pelaku kemudian mengatakan tidak akan menggeser mobilnya kemana pun, dan tak beberapa lama kemudian, Ke keluar sembari mengatakan jika itu hak mereka mau memarkirkan mobil di mana.

"Suka-suka kami mau parkir di mana, kalian juga gitu kan, suka-suka kalian memotong pohon mangga itu," ujar anak pelaku.

Mendengar pertengkaran mulut tersebut, Alfin langsung keluar dari dalam rumahnya dan menghampiri ibunya, sehingga pertengrakan mulut sesama anak muda itu terjadi hingga mengakibatkan pemukulan. Anak korban mendapat pukulan mentah dari anak pelaku tepat di pipi sebelah kiri korban hingga terjatuh.

"Waktu pertengakaran itu, anak saya langsung keluar dari dalam rumah dan menjumpainya saya, terus mereka langsung adu mulut, tiba-tiba anak saya dipukul sama anaknya dia dan terjatuh," ujarnya.

Saat Alfin hendak bangkit, ia langsung dipiting oleh Ke dan seketika Su langsung memukul Alfin, disaat bersamaan Melisa berusaha melerai pertikaian tersebut hingga menyebabkan pipi sebelah kirinya mengalami Lembang.

Melihat kejadian tersebut, security perumahan dan beberapa warga langsung melerai pertikaian tersebut dan langsung memediasi kedua nya, namun kesepatakan mediasi tidak tercapai." dengan sempoyongan, saya dan anak saya berobat ke RS Bina Kasih Jalan Ngumban Surbakti Medan.

Setelah itu, saya ditemani anak langsung membuat pengaduan ke Mapolsek Medan Sunggal. Pengaduan itu tertuang dalam nomor :STTLP/380/ K/V/2019/SPKT Polsek Sunggal, Selasa (14/5) siang.

Sedangkan korban Melissa menderita luka lebam pada pipi sebelah kirinya dan kelopak matanya merah, sementara itu, Alfin mengalami luka pada bagian belakang kepalanya bengkak dan lecet pada lutut sebelah kanan yang mereka alami. (MTC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px