Log in

Granat : Lapas Awasi Ketat Napi Penyelundup Narkoba


Medan-andalas Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Sumatera Utara meminta lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan negara di Tanah Air, agar mengawasi ketat narapidana yang berusaha menyelundupkan narkotika ke dalam lapas atau rutan itu. "Setiap narapidana yang berada di dalam penjara maupun tamu-tamu atau pihak keluarga yang akan membesuk di lapas dan rutan harus tetap dipantau," kata Ketua DPD Granat Sumut Hamdani Harahap, di Medan, Jumat (7/9). Menurut dia, saat ini napi memiliki berbagai cara untuk dapat mengelabui petugas, agar mereka bisa memasukkan narkoba ke dalam lapas maupun rutan.

"Karena itu, sipir agar tetap mewaspadai dan jangan sampai lengah dengan berbagai tipu daya yang dilakukan oleh napi," ujar Hamdani. Ia mengatakan, setiap napi yang keluar dari penjara dengan alasan berobat karena mengalami sakit atau keperluan lainnya, harus juga diawasi. Menurutnya lagi, hal seperti itu, bisa saja modus yang mereka lakukan dan akhirnya bisa mendapatkan narkoba dari luar atau jaringan sindikat narkoba. "Kasus itu, terjadi di Lapas Narkotika Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, napi berinisial RV yang baru saja selesai dirawat di sebuah rumat sakit, saat kembali masuk penjara ketahuan membawa sabu-sabu seberat 250 gram," ujar dia.

Hamdani menambahkan, napi yang menderita sakit, juga masih sanggup untuk?menjalankan bisnis narkoba di dalam penjara. Petugas harus membersihkan lapas maupun rutan dari peredaran narkoba, karena dapat mengganggu kenyamanan warga binaan. Napi yang terbukti menjual narkoba agar tetap diproses secara hukum. "Napi yang mengedarkan narkoba di dalam lapas, juga harus diselidiki, apa mereka diduga memiliki kelompok atau jaringan," kata Ketua Granat Sumut itu lagi. Sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang berada di Kecamatan Hinai berhasil menggagalkan penyelundupan 250 gram sabu-sabu yang dilakukan seorang narapidana.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Langkat Bahtiar Sitepu, di Hinai, Kamis (6/9), menyebutkan pada mulanya ada narapidana berinisial RV yang sedang menjalani hukuman selama delapan tahun dalam dua perkara terpisah mengalami sakit dari pengakuannya kepada petugas. Lalu petugas membawanya ke poliklinik yang ada di lapas, dan karena keterbatasan obat, narapidana RV tersebut lalu dirujuk ke Rumah Sakit Tanjungpura. Setelah melalui pengobatan medis narapidana tersebut diperbolehkan pulang. Napi RV dilakukan penjemputan ke rumah sakit, setelah sampai sebelum masuk, petugas melakukan pemeriksaan napi itu, dan ditemukan bungkusan plastik hitam di belakang lutut kirinya. "Temuan plastik hitam dibuka, maka kami temukan satu plastik putih yang berisikan narkotika diduga sabu-sabu seberat 250 gram," katanya pula. (ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Partly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Sep 2018 31°C 21°C
  • 20 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px