Log in

Dua Saksi Penggelapan Inti Sawit Disidang

Terdakwa Suwandi duduk di kursi pesakitan PN Lubuk Pakam di Labuhan Deli, Selasa (12/9). Terdakwa Suwandi duduk di kursi pesakitan PN Lubuk Pakam di Labuhan Deli, Selasa (12/9).

Belawan-andalas Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) memeriksa dua saksi kasus penggelapan inti sawit atau karnel, yakni Jalaluddin dan Sukirno dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam cabang Labuhan Deli, kemarin. Kedua saksi memberikan keterangan atas nama terdakwa Suwandi alias Minyung alias Ayung (43), warga Desa Tandem  Hulu Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang. Kepada JPU Eko Simbolon, SH  kedua saksi mengaku hanya sebagai sopir yang bertugas mengantarkan barang inti sawit dalam kontainer. Keterangan serupa juga disampaikan kedua saksi kepada majelis  hakim diketuai Said Hamrizal Zulfi, SH anggota Gabe Dorris Saragih dan  Liberti Sitorus.

Dalam kesaksiannya, Jalaluddin menyebut hanya sekali mengantar barang ke gudang Suwandi. Sedangkan Sukirno empat kali, dan semuanya resmi sesuai surat jalan yang diterima dari mandor. Keduanya menyatakan tidak kenal dengan korban Surya Jaya maupun terdakwa Ayung. Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Bambang H Samosir menyebut, terhadap kliennya Suwandi sudah dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Bambang Gunawan Hutabarat medio tahun 2015. “Tapi, setelah ada pergantian Kasat dijabat AKP Yayang Rizky Pratama, Suwandi kembali ditangkap dengan alasan polisi ada bukti baru (novum) untuk memproses hingga ke pengadilan,” kata Samosir.

Dakwaan jaksa, diperkirakan kerugian Surya Jaya mencapai Rp 1,6 miliar sesuai penjualan sisa karnel yang masih berada di pabrik milik Suwandi, sesuai keterangan Surya Jaya. Pengakuan Suwandi, sudah mencicil uang penjualan sawit itu melalui Ahok dan Alung yang merupakan teman dari Surya Jaya sebesar Rp 600 juta. Tetapi, Surya  keberatan karena uang yang sudah diberikan tidak sesuai. Surya menilai, kerugian harga sawit yang dijual Suwandi sebesar Rp 1,62 miliar sehingga terdapat kekurangan mencapai Rp 1 miliar lagi. Sidang dan akan dilanjutkan, Kamis (14/9) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak terdakwa. (DP)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 18 Nov 2017 30°C 22°C
  • 19 Nov 2017 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px