Log in

Djan Faridz Mundur dari Ketum PPP


Jakarta-andalas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz, mengundurkan diri dari jabatan ketua umum dan menyerahkan jabatannya kepada Wakil Ketua Umum, Humphrey R Djemat.

"Pengunduran diri Bapak Djan Faridz akan diumumkan pada forum Mukernas (musyawarah kerja nasional), yang akan diselenggarakan di Jakarta, pada 15-16 November mendatang," kata Sekretaris Jenderal PPP hasil Muktamar Jakarta, Sudarto kepada pers, di Jakarta, Senin (12/11).

Pada kesempatan tersebut, Sudarto didampingi oleh Ketua DPP Ibnu Hajar Dewantara yang juga menjadi Ketua Panitia Pengarah Mukernas, Ketua DPP Iko Yutrika Saleh, Wakil Sekjen Mimin Austiyana, dan Anggota Mahkamah Partai Teddy Anwar.

Menurut Sudarto, PPP hasil Muktamar Jakarta secara administrasi tidak mendaftarkan kader partai sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019, untuk semua tingkatan.

Secara administrasi, kata dia, PPP hasil Muktamar Jakarta tidak berperan aktif dalam proses penetapan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) pada Pemilu 2019.

Karena itu, Pengurus Harian DPP PPP hasil Muktamar Jakarta menerima permohonan pengunduran diri Djan Faridz dari jabatan ketua umum dan menyerahkan jabatannya kepada Wakil Ketua Umum Humphrey R Jemat sebagai pelaksana tugas (plt) ketua umum.

"Mukernas adalah forum tertinggi kedua setelah Muktamar, sehingga pada Mukernas ini akan ada penggantian sementara jabatan ketua umum," katanya.

Calon Anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta ini menambahkan, penggantian jabatan ketua umum sementara ini untuk melanjutkan jabatan Djan Faridz sampai akhir periode pada 2019.

"Nantinya jabatan sementara Pak Humphrey ini akan dikukuhkan sebagai ketua umum pada Muktamar yang akan diselenggarakan kemudian," katanya.

Sudarto menambahkan, DPP PPP hasil Muktamar Jakarta juga sudah melakukan komunikasi dengan DPW PPP di seluruh Indonesia, perihal rencana pengunduran diri Djan Faridz dari jabatan ketua umum.

"Kesimpulannya, DPW PPP di seluruh Indonesia tetap istiqomah dan setia," katanya.

Plt Ketua Umum PPP Humphrey R Djemat dan Pengurus Harian DPP PPP, menurut dia, juga sudah melakukan silaturahmi dengan para ulama, tokoh senior partai, dan berkunjung ke empat pilar pendiri PPP, PBNU, PB PSII, serta Ketua Umum Parmusi.

Siap Islah

PPP kubu Djan Faridz juga siap melakukan islah dengan PPP kubu Romahurmuziy menghadapi Pemilu 2019, guna menyelamatkan PPP dari ancaman kegagalan memenuhi persyaratan "parliamentary threshold."

"Mencermati hasil survei dari sejumlah lembaga survei bahwa PPP belum aman untuk berada di Senayan pada periode 2019-2024. PPP masih berpotensi gagal memenuhi persyaratan ambang batas 'parliamentary threshold' empat persen," kata Sudarto kepada persnya.

Menurut Sudarto, kesiapan tersebut akan dibicarakan pada Mukernas PPP kubu Djan Faridz yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 15-16 November 2018.

"Kami siap melakukan islah dengan kubu Romahurmuziy untuk menyelamatkan PPP agar tetap berada di Senayan. Jangan sampai PPP yang sudah eksis sejak era Orde Baru, hanya tinggal nama," katanya.

Ia menjelaskan, Mukernas juga akan membahas beberapa agenda lainnya, terutama pengumuman pengunduran diri Djan Faridz dari jabatan ketua umum dan akan menyerahkan jabatannya kepada Humphrey R Jemat sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum.

Mukernas, kata dia, juga akan membahas evaluasi program kerja PPP pada periode 2014-2019 sampai akhir periode.

Menurut Sudarto, semula PPP kubu Djan Farid akan menyelenggarakan Mukernas di sebuah hotel berbintang di Jalan Kramat Raya, Jakarta, tapi karena tidak mendapat izin dari kepolisian, sehingga lokasinya dipindah di Auditorium di Jalan Talang, Menteng, Jakarta. (ANT)

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 4.83 km/h

  • 17 Dec 2018 28°C 22°C
  • 18 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px