Log in

Dit Polairdasu Tangkap Nelayan Gunakan Bahan Peledak

Sejumlah barang bukti diduga bahan peledak yang digunakan nelayan untuk mencari ikan diamankan. Sejumlah barang bukti diduga bahan peledak yang digunakan nelayan untuk mencari ikan diamankan.

Medan-andalas Personel Unit Markas Tapteng Direktorat (Dit) Polairdasu menangkap satu unit kapal penangkap ikan berbendera Indonesia karena menggunakan bahan peledak (destructive fishing) di wilayah perairan Tapanuli Tengah (Tapteng), tepatnya di posisi 01 33' 200? N dan 98 41' 450? E atau 2 mil arah selatan dari Pulau Tungkus Nasi Kabupaten Tapteng, Kamis (11/10) pukul 00.30 WIB. Direktur Polairdasu, Kombes Pol Drs Yosi Muhamartha mengatakan, dalam penangkapan tersebut pihaknya mengamankan sebanyak 8 orang anak buah kapal (ABK) berinisial He, Aw, Sa, TH, HM, RH, dan DS, seluruhnya warga Kabupaten Tapteng.

"Kapal penangkap ikan menggunakan bahan peledak itu ditangkap petugas yang sedang berpatroli," terangnya. Yosi menjelaskan, dalam penangkapan itu, disita barang bukti berupa 1 unit kapal ikan KM Cahaya Abadi GT 5 No 374/S69 bermesin Mitsubishi 6 silinder, 1 unit sampan tanpa mesin, 1 unit GPS merk Garmin, 1 Sonar merk Garmin, 1 eksamplar dokumen kapal. Kemudian, 1 unit kompresor, 3 gulung selang angin, 4 buah movis selam, 4 buah masker selam, 100 buah botol kaca, 1 goni potasium 25 Kg, 100 butir kepala sumbu peledak, 3 kaleng cat warna perak 1 Kg, 2 bal korek api kayu, 2 bungkus sio, 1 teropong, 1 set tangguk ikan dan 5 fiber ikan ukuran 800 Kg.

"Untuk penyidikan lebih lanjut, para tersangka dan berikut barang bukti diamankan di Dermaga PPN Sibolga," ujarnya. Kata Yosi, pengeboman ikan ini merupakan atensi pimpinan yang harus ditindaklanjuti secara serius. Sebab, perbuatan pelaku sangat berdampak buruk pada ekosistem dan biota laut yang dapat merusak terumbu karang serta kelangsungan hidup ikan. Karena itu, praktik pengeboman ikan harus dihentikan untuk keberlanjutan (sustainability) kehidupan biota di laut. "Praktik pengeboman ikan di laut bukan saja merusak lingkungan hidup sekitar, tapi juga sudah banyak menelan korban para nelayan yang kehilangan sebagian anggota tubuh seperti tangan dan kaki puntung karena ledakan, bahkan ada yang sampai meninggal dunia," katanya. Yosi mengaku mengapresiasi kinerja anggotanya yang berhasil menangkap nelayan menggunakan bom ikan tersebut. Pihaknya berharap adanya peran serta masyarakat, terutama nelayan untuk menjaga ekosistim laut. "Dengan terjaganya ekosistem laut tentu manfaatnya akan dinikmati generasi yang akan datang," pungkasnya. (DA)

21°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Oct 2018 30°C 21°C
  • 21 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px