Log in

Dipasok Tiga Negara, Poldasu Sita 59 Kg Sabu dari Tujuh Tersangka

Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Hendri Marpaung dan Kabid Humas, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja perlihatkan barang bukti, Kamis (11/7) Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Hendri Marpaung dan Kabid Humas, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja perlihatkan barang bukti, Kamis (11/7)

Medan-andalas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumu berhasil mengungkap upaya penyelundupan 59 Kg narkotika jenis sabu-sabu dari luar negeri ke wilayah Sumut. Barang haram tersebut masuk dari negara Malaysia setelah dipasok negara Taiwan, Myanmar, dan juga China.

Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Hendri Marpaung dan Kabid Humas, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan, bersama 59 kg sabu tersebut turut diamankan tujuh tersangka, masing-masing RS, A, MAA, R alias T, J, S dan H.

"Dari ketujuh tersangka, empat diantaranya yakni RS, MAA, S dan H harus diberi tindakan tegas di kakinya karena berupaya melarikan diri dan melawan petugas," terang Mardiaz, Kamis (11/7).

Sementara Hendri memaparkan, penangkapan pertama dilakukan terhadap RS di Jalan Iskandar Muda, Medan Petisah, tepatnya di Rumah Makan Simpang Raya pada Minggu (27/6) pukul 12.00 WIB. Darinya diperoleh barang bukti 3 kg sabu dikemas plastik teh hijau emas Guanyinwang.

"Hasil interogasi, diketahui RS berangkat dari Tanjung Balai bersama tersangka A menggunakan kereta api, sehingga dilakukan pengejaran dan penangkapan terhadap A di Hotel Transit Jalan Gajah Mada, Petisah," paparnya.

Kepada polisi, RS dan A mengaku masih menyimpan tujuh bungkus sabu lagi di Tanjung Balai. Petugas langsung berangkat ke Tanjung Balai dan menemukan 7 Kg sabu berbungkus teh Guanyingwang.

"Tersangka A mengaku menerima 10 Kg sabu itu dari orang yang tidak dikenal atas suruhan U (DPO) di daerah Bagan Asahan," terangnya.

Tetapi, sesal Hendri, saat dilakukan pengembangan di kota Tanjung Balai, RS mencoba melarikan diri hingga terpaksa diberi tindakan tegas terukur di kaki kirinya.

Hendri menuturkan, atas 'nyayian' RS dan A, petugas kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap MAA di Jalan Masjid I Desa Sekip Lubuk Pakam pada Minggu (7/7) sekira pukul 01.00 WIB. Petugas memperoleh 5 Kg sabu dibungkus kemasan Chines Tea Gift warna merah.

"Namun, saat pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, MAA mencoba melarikan diri sehingga harus diberi tindakan tegas terukur di kaki kanannya," sebutnya.

Selanjutnya, sambung Hendri, dari hasil interogasi dan analisa kasus MAA, petugas kembali melakukan pengembangan dan menangkap tersangka R alias T dan J di Jalan Iskandar Muda, Medan Baru, Senin (8/7) sekira pukul 17.00 WIB. Dari keduanya disita dua karung goni plastik berisikan 40 bungkus sabu kemasan Guan Yinwang seberat 40 Kg.

Hasil interogasi terhadap S dan H mengaku memiliki sabu di Jalan Ring Road/Gagak Hitam Medan. Sehingga pada pukul 20.00 WIB keduanya berhasil ditangkap bersama 1 goni plastik berisikan 4 bungkus sabu kemasan Guan Yinwang seberat 4 Kg.

"Saat pengembangan, tersangka S dan H juga mencoba melarikan diri sehingga diberi tindakan tegas terukur di kaki kiri mereka," ujarnya.

Ketujuh tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

"Dengan tertangkapnya barang bukti ini, ditaksir dapat menyelamatkan 590.000 anak bangsa dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna," pungkasnya. (DA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px