Log in

Dilaporkan 2018, Kasus Penganiayaan Wilson Mengendap di Polrestabes Medan


Medan-andalas Wilson Edward Mangasi Sitorus (foto) mengeluh dan menyesalkan kinerja Polrestabes Medan. Sebab, laporan kasus penganiayaan yang dialaminya tidak menunjukkan perkembangan dan terkesan mengendap.

Dia berharap, polisi segera menangkap pelaku. Apalagi, laporan itu sudah berlalu satu tahun lalu disampaikannya ke pihak berwajib, namun pelaku masih bebas berkeliaran.

"Saya sudah membuat laporan atas insiden yang saya alami dengan bukti Laporan Polisi (LP) Nomor STPL/1245/VI/2018/SPKT Restabes Medan. Polisi itu kan sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat, harus memberikan rasa aman dan nyaman. Kepada siapa lagi saya harus melaporkan penganiayaan yang saya alami," kesal Edward ketika ditemui wartawan di Medan, Jumat (13/9).

Menurut dia, setelah laporannya diterima dan lukanya divisum, penyidik telah memintai keterangan sejumlah saksi. Edward mengaku juga sudah memberikan keterangan detail.

Kata Edward, penganiayaan terjadi ketika hendak menagih utang kepada pelaku Ucok Manurung pada Sabtu (16/6/2018) pukul 21.00 WIB lalu. Dalam perjalanan mendekati rumah pelaku di Jalan Menteng VII Gang Makmur, tepat di depan RM Batak Pasaribu, korban tiga  kali memanggil pelaku.

Ternyata, pelaku tidak senang dan malah tega membentaknya. Pertengkaran mulut terjadi hingga kemudian pelaku mengeluarkan sebilah keris dan mengarahkannya kepada korban.

Korban sempat mengelak, namun ujung senjata tajam (sajam) tersebut tetap mengenai bibir korban hingga terluka. Selajutnya, pelaku memukul tubuh korban hingga membuatnya berteriak minta tolong.

Warga setempat langsung berdatangan dan melerai penganiayaan tersebut. Tak lama, ibu pelaku datang dan ikut menyerang korban. Beruntung, warga sigap mengamankan kedua belah pihak.

Selanjutnya, korban melaporkan nasib yang dialaminya ke Mapolrestabes Medan. "Tapi sampai saat ini laporan saya belum ditindaklanjuti," keluhnya.

Edward sangat menyayangkan kinerja kepolisian karena sepertinya tidak memberi kepastian hukum atas kasus yang menimpanya.

"Kasus saya ini terkesan jalan di tempat karena sampai tiga kali ganti penyidik, tapi tetap tidak diproses," kecamnya.

Menanggapi persoalan hukum yang dialami Edward, pengamat hukum Ahmad Fadhly Roza, SH menyebut, kasus seperti ini mudah, tapi sulit.

Disebut mudah, karena gampang untuk dibuktikan, tapi sulit karena pihak kepolisian tidak mau berterus terang apa kesulitannya sehingga tidak bisa memprosesnya.

"Korban atau si pelapor hanya ingin mendapat kepastian hukum. Kalau memang tidak cukup bukti, sebaiknya di SP3 kan agar si pelapor bisa melanjutkan laporannya ke pihak lain. Kalaupun di SP3 kan, alasannya harus logis dan jelas jangan digantung-gantung, katanya.

Menurut dia, jika pihak Polrestabes tidak menindaklanjuti kasus ini, korban disarankan untuk menyurati dan melaporkan kasus ini ke Polda Sumatera Utara. (DA/REL)
 

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px