Log in
Selamat dan Sukses dari BAPPEDA

Dampak Virus Corona, Ribuan Pekerja Pabrik Pipa Baja Terancam PHK

Menejer Produksi PT Intanmas Indologam, Sutrisno perlihatkan mesin pabrik yang sudah tidak lagi beroperasi, Senin (6/4/2020) siang. Menejer Produksi PT Intanmas Indologam, Sutrisno perlihatkan mesin pabrik yang sudah tidak lagi beroperasi, Senin (6/4/2020) siang.

Medan-andalas Ribuan pekerja pabrik pengolahan bahan baku pipa baja di Sumut  terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Selain wabah virus Corona yang mengancam jiwa, ketersediaan bahan baku impor ini juga tidak ada hingga membuat sejumlah pabrik tutup dan tidak beroperasi.

Kondisi ini seperti dialami PT Intanmas Indologam di Jalan KL Yos Sudarso KM 10,2 Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli. Pabrik pengolahan pipa baja sejak 50 tahun lalu ini sudah dua pekan terakhir berhenti beroperasi. Ratusan pekerjanya terpaksa dirumahkan.

"Nasib yang kita alami ini cukup pelik. Bahan baku kita impor sama sekali tidak tersedia, kalau beli secara lokal dua kali biaya itu pun tidak mencukupi kebutuhan," sebut Sutrisno selaku Menejer Produksi PT Intanmas Indologam didampingi Bagian Umum, Nurbahagia, dan Humas Edi Sutrisno di pabrik tersebut, Senin (6/4/2020) siang.

Menurut Sutrisno, jika membeli bahan baku lokal juga cukup merugikan pihaknya. Sebab, biaya pengiriman menjadi dua kali dari Jawa ke Sumut. Selain itu, pelaku usaha ini harus membayar deposit dulu di muka dan satu bulan kemudian baru barang dikirim.

"Secara otomatis kita sudah dikenakan biaya dua kali, barang yang dikirim juga terbatas dan ditambah lagi kita harus deposit uang dulu selama satu bulan, itu sama saja kita semakin rugi," jelasnya.

Sebab itu, Sutrisno meminta kepada pemerintah agar membuka keran impor selebar-selebarnya untuk pabrikan di Sumut. Kita bukan tidak mendukung pemerintah, tapi pabrik kita ini kan bersifat padat karya yang lebih utama pekerja daripada mesin. Namun kita sangat kewalahan dengan masalah bahan baku yang sangat terbatas ini maka dengan kondisi ini kami sangat meminta dibukalah keran impor tadi, karena kalau tidak ada bahan baku sama saja kita tidak akan beroperasi," harapnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong pabrikan untuk berproduksi pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Agus menilai harus dilakukan mengingat sektor manufaktur merupakan sektor dengan kontribusi terbesar ke pendapatan domestik bruto (PDB) nasional. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C