Log in

Dampak Kecanduan HP, 5 Remaja Alami Gangguan Jiwa


Bekasi - andalas Sebuah panti rehabilitasi mental di Kabupaten Bekasi, Yayasan Al Fajar Berseri, tengah merehabilitasi dua orang mengidap gangguan kejiwaan diduga akibat pengaruh telepon genggam. Sementara itu, tiga pasien anak menjalani terapi gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohutomo, Semarang, juga akibat kecanduan game di handphone.

"Sebetulnya tiga orang, tapi yang satu sudah pulang, karena kondisinya sudah membaik," kata Ketua Panti Rehabilitasi Mental Yayasan Al Fajar Berseri, Marsan Susanto, Jumat (18/10).

Dia menyebut, ketiga pasien gangguan jiwa itu yakni W, asal Lampung. Kemudian T (16) dari Bekasi dan I (17) asal Medan. Hanya W yang sudah pulang beberapa waktu lalu setelah direhabilitasi selama empat bulan.

"Yang dua ini sepertinya syarafnya sudah kena, jadi bicaranya sudah enggak nyambung," ujar dia.

Dia menambahkan, keduanya jika ada orang main telepon genggam berupaya merampas. Karena itu, selama setahun terakhir direhabilitasi, pihaknya berupaya memulihkan kondisi kejiwaan dengan memberikan terapi.

"Pemberian terapi pada umumnya, yang paling utama adalah selalu memberi nasihat, dan mengupayakan mereka ngurus dirinya sendiri," ujar dia.

Berdasarkan keterangan orang tua, kata dia, mereka mulai kecanduan telepon genggam ketika bermain hingga larut malam bahkan sampai dini hari. Ketika ponselnya diambil, mereka berani melawan hingga melakukan kekerasan.

"Mereka terbuai, yang harusnya tidur jam 10 malam. Tapi sampai jam 1 jam 2 masih main handphone," ujar dia.

Diterapi

Sementara itu, tiga pasien anak menjalani terapi gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohutomo, Semarang akibat kecanduan game di handphone. Rata-rata yang menjalani terapi adalah anak usia sembilan tahun.

"Dua pasien benar-benar murni adiksi (kecanduan) game. Satu pasien dengan diagnosa gangguan jiwa karena dia mainnya game terus," kata Psikiater RSJ Amino Gondohutomo Hesti Anggriani, Jumat (18/10).

Adapun ciri-ciri pasien yang mulai mengalami kecanduan permainan dalam gawai di antaranya anak itu tumbuh menjadi tidak terkendali.

"Tidak mau sekolah, kalau tidak dipaksa berangkat sekolah. Inginnya main game terus buat orang tua kewalahan," ujarnya.

Rumah sakit Amino Gondohutomo dalam setahun belakangan menerima banyak pasien yang bermasalah karena terpapar permainan dalam gawai. Dari beberapa pasien yang berobat ke RSJ Amino, hanya tiga orang yang didiagnosa kecanduan berat.

"Kalau yang overlap dengan diagnosa lain banyak. Tapi yang kasus adiksi game tidak banyak," ujarnya.

Dia menjelaskan, seorang anak bisa disebut mengalami games addiction apabila menghabiskan waktunya untuk permainan dalam gawai minimal delapan jam sehari.

"Kalau adiksi games dia menggunakan waktu dalam sehari di atas delapan jam, setiap hari berkelanjutan terus bukan sekadar buat refresing atau rekreasi," tutupnya. [MDC]

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px