Log in

Dakwaan Terhadap Ranjit Dianggap Kabur dan Tidak Cermat


Medan-andalas Kuasa hukum terdakwa kasus narkotika jenis sabu-sabu 97,53 gram, Ranjit Kumar menyebutkan, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nelson Victor kabur, tidak cermat serta tidak memenuhi syarat formil maupun materil sehingga harus ditolak.

"Pertama, Jaksa Penuntut Umum gagal menguraikan tempat dugaan tindak pidana terjadi. Ada disebutkan di depan Bank BCA dan di samping Bank BRI. Namun, penunrut umum tidak secara lengkap di mana tempat itu berada. Seharusnya, ini jelas agar tidak terjadi kebingungan," ujar Tuseno didampingi tim dari LBH Berlian Indonesia, Rion Arios, Dedi Pranajaya dan M Koginta dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (8/10).

Kata Tuseno, kejanggalan itu dari adanya beberapa lokasi kejadian yang disebutkan, seperti di Jalan Brayan Lorong 21-A Kelurahan Pulo Brayan, Medan tepatnya di dalam rumah. Karena itu, Tuseno meminta kepada majelis hakim untuk menerima eksepsi kuasa hukum terdakwa.

"Menyatakan surat dakwaan JPU sesuai No Reg Perk Pdm-1171/Euh 2/08/2019 tertanggal 27 Agustus 2019 yang dibacakan pada 1 Oktober, adalah batal demi hukum atau menyatakan dakwaan JPU tidak dapat diterima," pungkasnya.

Sebelumnya, JPU Nelson Victor dalam dakwaan menyebutkan, pada 23 Mei 2019 sekitar pukul 18.10 WIB terdakwa disuruh Ranjita (DPO) mengambil uang kepada terdakwa Igo. Sebelumnya terdakwa berkomunikasi dengan Igo melalui handphone Ranjita dan terdakwa bertanya, “Igo Hendra, di mana aku jumpai kau?”.

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px