Log in

BRI Rugi Rp 2,5 Miliar, Tiga Pemalsu Kartu Kredit Dihukum 5,3 Tahun


Medan-andalas Tiga terdakwa kasus pemalsuan kartu kredit Bank BRI divonis masing-masing 5,3 tahun penjara oleh Hakim Ketua Irwan Efendi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin. Ketiganya adalah, Hoekky Tejo alias Kirandi Syaputera (34), Basri Siregar (42) dan Muhammad Fadli Nasution (36).

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga membebankan ketiga terdakwa membayar denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan hukuman 3 bulan kurungan.

Amar putusan majelis hakim, menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 KUHP jo pasal 378 KUHP jo pasal 33 jo pasal 49 UU No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada ketiga terdakwa dengan hukuman 5 tahun 3 bulan  penjara dan denda Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar digantikan dengan hukuman 3 bulan kurungan," terang Irwan Efendi

Dalam persidangan itu, ketiganya kompak tertunduk dan menyilangkan tangan diantara kakinya sepanjang pembacaan putusan sekitar 20 menit.

Menanggapi putusan tersebut, ketiga terdakwa melalui penasihat hukumnya dari LBH Menara Keadilan, Syarifatah Sembiring, SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fauzan Arif Nasution, SH menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut JPU masing masing 7 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam dakwaan jaksa Fauzan, kasus ini bermula pada Juni 2017. Terdakwa Hoekky memberi perintah kepada terdakwa Basri Siregar dan terdakwa Muhammad Fadli untuk melakukan transaksi seolah-olah asli dengan menggunakan kartu kredit Bank BRI Visa Touch No 4365020245532709 atas nama Kirandi Syahputera dan Kartu kredit BRI No 4365020240897404 atas nama Ridwan Harianja di Merchant Bank BRI.

Kartu-kartu kredit tersebut sudah dimodifikasi terdakwa Hoekky Tejo dengan cara memindahkan data dari chip kartu kredit yang asli kepada Smart chip Jco menggunakan software X2.

"Sehingga kartu kredit tersebut dapat digunakan tanpa melalui sistem Host BRI, melainkan hanya digunakan di mesin EDC Bank BRI yang pada prosesnya mesin EDC tersebut mengeluarkan sales draft (bukti transaksi) sehingga merchant (toko) menduga transaksi itu memang sah dan terdaftar di Host Bank BRI," ungkap jaksa.

Namun, faktanya transaksi tersebut merupakan transaksi seolah-olah asli terhadap pihak merchant dan Bank BRI.

Selanjutnya, terdakwa Hoekky Tejo menjelaskan proses cara kerja kartu kredit kepada terdakwa Basri Siregar dan terdakwa Muhammad Fadli Nasution yang akan digunakan untuk melakukan pembelian di toko/merchant yang sudah dimodifikasi.

"Setelah memilih barang sesuai yang dibeli, lalu pembayarannya menggunakan kartu kredit bank BRI dengan alat mesin EDC Bank BRI. Kemudian, setelah kasir mengisi jumlah harga barang yang akan dibelanjakan, lalu memasukkan 6 digit PIN secara random terus tekan tombol OK maka keluarlah struk/Sales Draft sebagai tanda berhasil," jelas JPU.

Pertama, terdakwa Hoekky Tejo, Basri Siregar dan Muhammad Fadli Nasution menggunakan kartu kredit bank BRI yang sudah dimodifikasi di toko emas kota Medan dengan pembelian seberat kurang lebih 8 gram seharga Rp3.200.000.

Setelah terdakwa Basri Siregar dan terdakwa Muhammad Fadli Nasution mengerti, selanjutnya cara menggunakan kartu kredit bank BRI yang sudah dimodifikasi digunakan di berbagai toko. Tapi, yang menjadi prioritas adalah toko emas, toko elektronik dan toko handphone.

"Toko yang menjadi sasaran tidak saja di kota Medan, melainkan sampai ke Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Bengkulu, Lampung. Bahkan, untuk terdakwa Hoekky dalam menggunakan kartu kredit tersebut sampai ke Pulau Jawa," beber jaksa.

Adapun semua hasil kejahatan diserahkan kepada terdakwa Hoekky. Pembagian hasil tersebut diserahkan kepada terdakwa Hoekky.

Awalnya, hasil kejahatan terdakwa Hoekky, terdakwa Basri Siregar dan terdakwa Muhammad Fadli Nasution dilakukan dalam bentuk emas.

Kemudian, terdakwa Hoekky mengubah ke bentuk uang dijual dengan maksud untuk menyamarkan hasil kejahatannya. Terdakwa Hoekky melakukan pembagian uang tersebut kepada dua terdakwa lainnya.

"Akibat dari perbuatan ketiga terdakwa, pihak Bank BRI menderita kerugian sebesar Rp 2.553.840.268," pungkas Fauzan. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px