Log in

BC Belawan Amankan 28 Burung Dilindungi

Petugas KPPBC Belawan menunjukkan burung dilindungi, Senin (15/4). Petugas KPPBC Belawan menunjukkan burung dilindungi, Senin (15/4).

Belawan-andalas Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Belawan mengamankan 28 ekor burung dilindungi Convention on Internasional Trade Endangered Species (CITES) serta sembilan awak kapal.

Kepala Seksi Penyelundupan dan Pelayanan Informasi, Agus Rinaldo, saat pemaparan di Aula Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan, Senin (15/4) mengatakan, keberhasilan mengamankan hewan dilindungi pada Sabtu (13/4) sekira pukul 22.30 WIB itu, bermula dari tim patroli melakukan kegiatan rutin.

Ketika melakukan pengawasan antarpulau atas barang tertentu di wilayah perairan Belawan, petugas mencurigai hingga melaksanakan penindakan, pemeriksaan dan pencegahan atas sarana pengangkut laut Tug Boat (TB) Kenari Djaja dengan rute Pulau Buru Ambon-Belawan yang sedang menarik tongkang bermuatan kayu log di perairan Belawan.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 28 ekor burung satwa dilindungi di dalam kamar tidur Anak Buah Kapal (ABK), disembunyikan dengan membuat ruangan kosong dalam dinding kamar.

Dari hasil pemeriksaan 28 ekor burung itu, diketahui 23 diantaranya jenis Nuri Ambon (Alisterus Amboinensis), termasuk Cites Appendix II, satu Nuri kepala hitam (Lorius Lory) termasuk Cites Appendix II dan empat Kakak Tua (Cacatua sulphurea) termasuk Appendix I.

Setelah dokumen perjalanan yang dipersyaratkan untuk membawa pengeluaran produk hewan pada sarana pengangkutan diperiksa, ternyata tidak dilindungi dokumen sehingga sembilan ABK turut diamankan.

Kesembilan ABK diduga melanggar ketentuan, yakni pasal 21 ayat 1 dan 2 pada pasal 40 ayat 2 UU nomor 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan pidana penjara paling lama 5 tahun, denda paling banyak Rp 100 juta.

Kemudian, pasal 31 ayat 1 UU Nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp150 juta.

Guna proses selanjutnya, pihak KPPBC Belawan bekoordinasi dengan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan serta melakukan serahterima barang bukti kepada BKSDA Sumut.

Satwa dilindungi itu tidak dapat dinilai secara materi karena tidak layak untuk diperdagangkan.

Namun, kerugian immateriil yang paling besar dan tidak dapat dinilai adalah, musnahnya kelangsungan hidup satwa-satwa liar asli yang hidup di Indonesia yang semestinya dilindungi dan dijaga kelestariannya bersama untuk generasi penerus bangsa.(DP)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px