Log in

Bandar Sabu Zakir Husin Terancam 20 Tahun Penjara

Bandar Narkoba Medan, Zakir Husin menjalani sidang perdana di PN Medan, Rabu (20/3). Bandar Narkoba Medan, Zakir Husin menjalani sidang perdana di PN Medan, Rabu (20/3).

Medan-andalas Bandar narkoba kota Medan, Zakir Husin (47), didakwa atas kepemilikan sabu-sabu seberat 50 gram oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho. 

Atas dakwaan tersebut, Zakir Husin terancam dengan hukuman 20 tahun penjara dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (20/3).

Dalam dakwaan JPU, disebutkan Zakir Husin bersama istrinya Melvasari Tanjung dan Zulherik (berkas terpisah) pada 26 Agustus 2018 di Jalan Flamboyan I Kecamatan Medan Tuntungan, melakukan pemufakatan jahat menjual narkotika golongan I.

"Bermula pada Rabu 29 Agustus 2018, tujuh petugas Polrestabes Medan melakukan penangkapan terhadap Melvasari Tanjung dan Zulherik di Jalan Denai Medan," urai Chandra di hadapan majelis hakim diketuai Safril Batubara.

Kata dia, saat itu petugas mendapat informasi tentang adanya transaksi narkotika jenis sabu. Petugas segera melakukan penyamaran sebagai pembeli dengan menghubungi istri terdakwa, Melvasari yang sepakat bertemu di Jalan Denai Gang Rukun Kecamatan Medan Denai.

Melvasari bersama sopirnya Zulherik mengendarai mobil Avanza putih nomor polisi BK 1007 QP menuju tempat transaksi.

"Selanjutnya petugas menghentikan mobil yang ditumpangi Melvasari, yang akan melakukan transaksi sabu bersama sopirnya Zulherik. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti satu bungkus plastik berisikan sabu dari tas Zulherik," kata Chandra.

Kepada petugas, Melvasari menyebut sabu tersebut milik suaminya, Zakir Husin. Berdasarkan keterangan itu, petugas kemudian melacak keberadaan terdakwa yang sebelumnya sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

"Mengetahui istrinya dan Zulherik tertangkap, kemudian terdakwa melarikan diri ke Aceh ke lokasi pabrik Garam miliknya. Karena merasa tidak tenang, terdakwa melanjutkan upaya pelariannya ke Medan. Setelah itu, terdakwa berangkat ke Pekan Baru mengendarai mobil  Honda CRV miliknya," papar Chandra.

Setelah tiba di Pekanbaru, terdakwa melanjutkan perjalannya ke Batam lalu ke Malaysia selama dua minggu dan kembali lagi ke Batam selama dua minggu.

"Pada akhirnya, tanggal 27 September 2018 terdakwa berangkat ke Jakarta dan menginap selama dua hari. Terdakwa akhirnya ditangkap dan diamankan pada hari Sabtu, 29 September 2018 sekira pukul 18.00 WIB di Jalan Angkasa Dalam I RT 10 Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Jakarta Selatan. Terdakwa selanjutnya dibawa kembali ke Medan untuk dilakukan proses penyidikan," sebut jaksa Kejari Medan tersebut.

Menurut Zakir, sabu yang disita dari Melvasari seberat 50 gram dibeli seharga Rp27 juta dari Agam dan Iqbal (DPO).

"Terdakwa menerangkan, sabu tersebut akan dijual dengan harga Rp620.000 pergramnya. Dari hasil penjualan sabu tersebut, terdakwa akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 80.000 per gramnya," ungkap jaksa.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dan Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px