Log in

Aksi Gemak Libatkan Kaum Ibu dan Anak


Medan-andalas Aksi massa mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Gemak) di depan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (15/7), dipertanyakan. Humas PN Medan, Djamaluddin menanyakan status massa dengan elemen yang mereka bawa karena melibatkan kaum ibu (emak-emak) dan anak-anak.

Kedatangan massa membawa spanduk itu meminta agar hakim persidangan terdakwa kasus dugaan pengemplangan pajak ratusan miliar bernama Husin benar membongkar praktek mafia pajak. Massa juga meminta aset terdakwa disita.

Usai mendengar pernyataan sikap koordinator aksi, Fandi Ginting, Djamaludin sempat bertanya tentang status massa.

"Jadi kalau saya melihat ini adalah Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Gemak), apakah yang ada hari ini di sini, mahasiswa semuanya? Atau bagaimana?," tanya Djamaluddin.

Fandi menjawab pertanyaan Djamal dengan tenang. "Jadi ini ada tiga lembaga. Gemak, Barisan Mahasiswa Nusantara dan LSM Sentral Monitoring," jawab Fandi.

Mendengar Fandi, Djamal akhirnya memahami setelah disebut ada tiga elemen yang menggelar aksi serentak tersebut. Menyikapi pernyataan sikap massa, Djamaluddin mengatakan kasus tersebut belum disidangkan pengadilan.

"Mengenai tuntutan massa supaya dihukum berat (terdakwa Husin), saya hanya bisa menyampaikan, pengadilan hanyalah sebagian institusi penegakan hukum. Jadi, kalau pengadilan tergantung apa yang didakwakan jaksa. Sepanjang jaksa bisa membuktikan yang didakwakannya di persidangan, maka hakim akan menghukum dia bersalah. Tapi kalau jaksa tidak bisa membuktikan, maka hakim akan membebaskan," terang Djamaludin di hadapan massa.

Aksi massa dimulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB itu berlangsung damai. Arus lalu lintas tidak terganggu. Pantauan wartawan, tampak puluhan ibu-ibu renta dan anak-anak ikut dalam aksi itu. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px