Log in

Aceh Tunggu Instruksi Kemenkes Jemput Mahasiswa di Natuna


Banda Aceh-andalas Pemerintah Aceh menyatakan sedang menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyangkut pemulangan mahasiswa Aceh yang sedang menjalani observasi di Natuna Kepulauan Riau, pascapulang dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

"Kita tentu  menunggu dari Kemenkes dulu. Mungkin mereka dibawa ke Jakarta dulu, nanti koordinasi dengan Kemenlu, akan mengundang kami untuk menjemputnya," kata Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri di Banda Aceh, Selasa (11/2).

Dia menyebutkan sebanyak 13 orang mahasiswa Aceh masih berada di Natuna, sekembali dari Kota Wuhan akibat virus corona. Kondisi kesehatan mereka di sana sangat baik sehingga keluarga mereka di kampung halaman tidak perlu resah.

Dia menjelaskan, masa inkubasi virus corona tersebut selama 14 hari. Sebanyak 243 mahasiswa Indonesia  akan berakhir masa observasinya pada (16/2) mendatang. Namun pemerintah daerah belum mendapatkan jadwal pemulangannya.

"Alhamdulillah mereka sehat semua. Cuma itu sudah peraturan dari WHO, masa inkubasi 14 hari jadi mereka harus diobservasi," katanya. Alhudri menambahkan jumlah mahasiswa Aceh yang melanjutkan pendidikan di Tiongkok sebanyak 65 orang. Dua orang mahasiswa masih berada di beberapa kota di Tiongkok, namun selebihnya telah kembali ke Tanah Air, pasca dan sebelum merebaknya virus corona.

"Iya dua orang masih di Tiongkok tapi satu orang besok sudah berangkat pulang. Satu lagi tidak mau pulang, (alasannya) tidak tahu kita, itu hal pribadi dia," katanya.

TAK PERLU DIPERIKSA

Sementara itu, Dinas Kesehatan Aceh menyatakan mahasiswa asal daerah itu yang telah mengikuti masa observasi terkait Virus Corona di Natuna tidak perlu diperiksa kesehatannya lagi saat tiba di Aceh sekembali dari Natuna, Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif mengatakan bahwa hal itu dilakukan mengingat para mahasiswa tersebut telah mengikuti masa observasi dengan menjalani pemeriksaan kesehatan yang intensif, guna memastikan apakah mereka terduga terpapar Virus Corona atau tidak.

"Mereka sudah menjalani masa observasi. Selama masa observasi diperiksa kesehatannya satu dari dua kali, pagi dan sore," katanya di Banda Aceh, Selasa (11/2). Dia menyebutkan setelah mengikuti observasi tersebut maka 243 mahasiswa Indonesia itu akan dibekali kartu penanda, sehingga jika suatu saat kondisi kesehatan mereka sakit maka disegerakan ke rumah sakit atau fasilifas kesehatan lainnya.

"Dengan memperlihatkan kartu itu. Untuk pemeriksaan (pascapulang) mereka tidak perlu lagi. Begitu tiba (di Aceh) nanti kami tunggu instruksi pemerintah pusat, kalau instruksi langsung pulang, ya kami pulangkan," katanya.

Dia menambahkan, posko komunikasi Pemerintah Aceh dalam penanganan mahasiswa Aceh di China,yang selama ini di Dinas Sosial Aceh telah dipindahkan ke Dinas Kesehatan Aceh, mengingat penanganan selanjutnya lebih kepada aspek kesehatan mahasiswa tersebut.

Kata dia, Pemerintah Aceh ke depan ini lebih fokus kepada pencegahan penyebaran Virus Corona kepada masyarakat Aceh. Jika pun ada warga yang terduga terinfeksi, maka pemerintah telah mempersiapkan berbagai fasilitas untuk penanganannya. "Kami juga sudah siapkan APD (alat pelindung diri) bagi petugas kalau nanti kejadian. APD ada 200 set yang kami pesan," katanya. (ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px