Log in

ABG Merampok Karena Seminggu Tak Isap Sabu

Dua ABG merampok untuk beli sabu babak belur dihajar warga, Kamis (20/4). Dua ABG merampok untuk beli sabu babak belur dihajar warga, Kamis (20/4).

Medan-andalas Kecanduan barang haram sabu-sabu membuat dua pria Anak Baru Gede (ABG) kehilangan akal sehat. Untuk dapat menikmati narkotika tersebut, keduanya nekat merampok. Akibatnya, Jefri Hutapea alis Jefri (19), warga Jalan Trikora, Kecamatan Percut Sei Tuan, dan Boy Sandi Simatupang alias Boy (19), warga Jalan Tangguk Bongkar VI, Kecamatan Percut Sei Tuan, dihajar warga dan harus meringkuk di sel tahanan. Keduanya beraksi bersama seorang temannya yang kini buron, Chirtianal Fredo warga Jalan Tangguk Bongkar 8 setelah berhasil kabur di Jalan Cendrawasih, Gelatik dan Tangguk Bongkar 10, Kamis (20/4).

Mulanya, mereka bertiga boncengan satu sepeda motor Yamaha Mio J putih-merah nomor polisi BK 4712 AGN. Mereka melintas di kawasan Jalan Tangguk Bongkar 10. Ketika itu, mereka melihat seorang Siswa SMA Tri Sakti hendak pulang ke rumahnya di Jalan Gelatik 9 No 211, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Melihat korban memegang handphone (HP), ketiganya langsung berniat melakukan aksi perampokan. Ketiga pemuda mengaku pengguna sabu tersebut memepet korban. "Fredo yang metik, yang bawa motor si Jefri," sebut Boy sembari menahan sakit akibat pukulan brutal warga.

Mereka mengaku, sempat berhasil merampas HP korbannya dan langsung berniat kabur dengan kecepatan tinggi. Namun, saat melewati tanjakan di simpang Jalan Tangguk Bongkar 10-Cendrawasih 3, sepeda motor mereka terbang dan mendarat tidak sempurna. Mereka terjatuh dan sempat terseret hingga di depan warung kopi yang sedang ramai disinggahi warga sekitar. Tersangka Jefri langsung diamankan warga yang mendengar teriakan korban. Sementara Boy dan Fredo kabur. Beruntung, Boy berhasil ditangkap di Jalan Murai. Namun, Fredo lolos setelah menyelinap di balik lalu lalang kendaraan hingga tak terlihat. Warga kemudian memukuli kedua ABG tersebut hingga babak belur.

Jefri mengalami luka di bagian telinga kanan dan lututnya, sehingga pakaiannya berlumur darah. Sedangkan Boy mengalami luka lebam dan gores di sekujur tubuhnya. Jefri mengaku, tidak berniat melakukan perampokan itu. Pengangguran itu berkilah hanya ikut-ikutan dan menyesali perbuatannya. Dia mengaku akan meminta maaf kepada korban agar proses hukum tidak berlanjut. "Ceritanya begini bang, kami jalan-jalan tadi. Jadi pas kami masuk Gang Mesjid, ditengok orang ini ada anak sekolah. Diambil orang inilah. Tadi aku kira main-main orang ini bang, rupanya betulan," kilah Jefri.

Senada dengan Jefri, Boy pun tidak mengakui perbuatannya. Mereka mengelak tuduhan warga, dan membebankan tuduhan itu kepada rekannya Fredo yang berhasil kabur. "Jadi si Fredo yang ngambil HP tadi bang. Karena dia duduk di belakang. Kami bonceng tiga," ujarnya. Berbeda lagi dengan pengakuan korban. Sulaiman malah meyakini, bahwa yang mengambil handphone pemberian kakaknya seharga Rp 2.250.000 itu adalah Boy. "Abang tadi yang ngambil. Abang kan duduk di tengah tadi. Aku masih ingat bang," sebut Sulaiman. Menurut Sulaiman, para pelaku terkesan sudah trampil dan biasa melakukan aksi perampokan. Sebab, aksi mereka terbilang cepat dan tidak kaku.

"Gini bang, aku tadi baru ngecek-ngecek HP saja. Habis itu mau nyimpan ke kantong. Belum masuk ke kantong, sudah dirampas orang ini," kata korban. Tersangka Boy mengaku, melakukan perampokan karena butuh uang untuk membeli narkotika jenis sabu. "Udah seminggu belum nyabu. Iya, kami nyabu bang," akunya. Lain lagi dengan Jefri, mengaku, status penganggurannyalah yang membuatnya nekad merampok. "Aku karena nganggur ini bang. Bukan karena mau nyabu. Aku baru tamat SMA, tahun 2013. Karena nggak ada kerja aku, makannya aku mau bang. Bukan karena mau nyabu. Tapi aku nyabu bang," akunya. Sementara itu, kreta yang digunakan para pelaku akhirnya raib. Saat terjadi aksi menghakimi warga, kondisi sekitar seketika ramai, dan di situlah sepeda motor yang digunakan beraksi hilang dicuri. Kini kedua tersangka diamankan ke Mapolsek Percut Sei Tuan untuk proses hokum atas perbuatannya. Mereka disangkap dengan Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan (curas/perampokan) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (ACO)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 80%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Oct 2017 31°C 22°C
  • 21 Oct 2017 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px