Log in

50 Hektar Hutan Lindung Badak Uken Dirambah

Puluhan hektar hutan lindung di Badak Uken terlihat baru dirambah. Puluhan hektar hutan lindung di Badak Uken terlihat baru dirambah.

Polisi dan KPH Gelar Patroli

Gayo Lues-Andalas Situasi dan kondisi hutan lindung di kawasan Desa Badak (Belangtemung) Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues sangat memprihatinkan. Sebab, sekitar 50 hektare hutan lindung sudah ditebangi warga dan oknum tidak bertanggungjawab. Kondisi hutan lindung tersebut sudah gundul, mengancam kelangsungan hidup hewan dan lainnya. Penebangan hutan lindung itu terkuak pada Sabtu (14/4) sekira pukul 09.00 WIB, setelah Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman, Wakapolres Kompol Budi Darma, Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama, bersama tiga petugas Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BPKPH), dan empat jurnalis menggelar patroli ke kawasan tersebut. Perjalanan dimulai dari kediaman Kapolres Gayo Lues mengendarai sepeda motor Trail disusul satu unit mobil patroli polisi. Tim yang berjumlah 30-an orang itu pertama sampai di Desa Blangtemung sebelum naik gunung. Sembari bercerita dengan warga, Kapolres  menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya ke wilayah itu.

"Kami datang ke sini untuk melihat kawasan hutan lindung, apakah benar banyak yang ditebang atau tidak," katanya kepada warga. Jika memang ada warga yang membuka lahan perkebunan ke daerah hutan lindung, Kapolres meminta agar jangan menambah lagi, dan hutan yang ditebang itu harus dilaporkan ke pemerintah daerah agar bisa dicarikan solusinya seperti Iengkap atau memang harus menanam tanaman tua seperti kopi. Selang beberapa menit kemudian, tim patroli naik ke gunung tepat di atas pemukiman penduduk sampai ke jalan setapak buntu di tenggah hutan. Pemandangan terlihat jelas di kanan kiri badan jalan yang dibuka masyarakat, hutan yang sebelumnya sangat rimbun sudah ditebangi. Ada yang baru menebang, ada yang sedang membakar hasil rambahan, dan ada juga kebun Sere Wangi yang luas.

"Kita akan menindak pelaku penebang hutan jika memang tidak mendegarkan apa yang telah kita sampaikan, kita tidak akan tebang pilih," tegasnya. Amrin, salah satu warga Badak Uken yang mengaku mantan sekretaris desa mengatakan, kebanyakan warga berkebun di tanah HPL (Hutan Penggunaan Areal Lain). Namun, karena keterbatasan lahan, sebagian warga terpaksa berkebun di kawasan hutan lindung itu. "Kami warga di sini ada 170 Kepala Keluarga (KK), rata-rata memiliki satu hektar kebun Sere Wangi. Jadi, karena tanah kebun terbatas, wargapun sebagian naik ke gunung menanam sere," katanya. Disebutkan, penghasilan warga Badak Uken hanya bergantung dari hasil penjualan Sere Wangi, meskipun sebagian warga lainya ada yang bersawah dan memiliki ternak.

Sementara, M Ali S Hut Kepala BKPH (Bagian Kesatuan Pengolaan Hutan) didampingi dua rekanya memperkirakan ada sekitar 50 hektar kawasan hutan lindung yang sudah ditebangi warga. Padahal, selain sudah dilakukan sosialisasi serta menyurati kepala desa terkait batas hutan lindung dan HPL, pihak BKPH juga sudah membuat tanda batas di beberapa titik. "Masyarakat sudah tahu itu kawasan hutan lindung dan dilarang menebangnya. Mungkin karena desakan ekonomi terpaksa menebangnya. Jadi ke depan, kami akan terus melakukan sosialisasi lagi serta menambah tapal batasnya," katanya. BKPH Gayo Lues mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan yang ada, dan jangan menebang hutan lindung. "Kamipun sudah berupaya semaksimal mungkin agar hutan ini tidak ditebang. Jadi, kalau ke depan masih ada yang membuka lahan, maka kami sarankan agar ada penindakan lagi," pintanya. (Nuar)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

28°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 80%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Apr 2018 28°C 23°C
  • 20 Apr 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px