Log in

Nyeri Maag Kambuh Saat Puasa? Simak Tips Berikut Ini


Sakit maag atau dikenal juga sebagai dyspepsia, merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Sindrom dyspepsia ini merupakan kumpulan gejala penyakit pada saluran cerna seperti nyeri ulu hati, kembung, rasa begah, rasa panas di dada dan di ulu hati, mual dan ingin muntah, rasa asam di mulut dan kerongkongan, serta sendawa berlebihan.
 
Lalu, apakah penderita maag bisa berpuasa dengan nyaman? Tentu saja bisa! Bagi penderita maag, berpuasa selama bulan Ramadhan memang bisa terasa berat terlebih pada saat awal puasa. Hal ini karena adanya perubahan pola makan yang meyebabkan saluran cerna harus beradaptasi sehingga kadang kala dapat menyebabkan keluhan gangguan pada lambung. Tapi, ini jangan dijadikan alasan untuk tidak menjalankan ibadah puasa.
 
Bila memilki riwayat sakit maag, lakukanlah beberapa tips berikut ini agar dalam menjalani ibadah puasa menjadi lebih nyaman:
 
1. Hindari Makan Terburu-buru
 
Selama menjalani ibadah puasa, saat suka terlambat bangun sahur atau telat saat berbuka, menghabiskan makanan secara terburu-buru seringkali dilakukan. Agar tidak terjadi hal tersebut, usahakan untuk bangun lebih pagi, agar bisa bersantap sahur dengan tenang dan perlahan.Dengan begitu makanan akan dapat dicerna dengan baik oleh tubuh.
 
2. Makan Secukupnya saat Sahur dan Berbuka
 
Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Hal ini dapat memicu munculnya keluhan berupa perut begah dan terasa penuh. Oleh sebab itu, saat sahur makanlah secukupnya dan ketika berbuka usahakan mengonsumsi makanan secara bertahap dalam porsi kecil.Mulailah dengan makanan ringan yang mudah dicerna terlebih dahulu seperti kurma dan buah-buahan segar, kemudian baru lanjutkan dengan makan besar.
 
3. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Sakit Maag
 
Sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan yang berpotensi memicu sakit maag, baik saat sahur maupun berbuka. Makanan yang sebaiknya dihindari yaitu seperti makanan yang berlemak, makanan pedas dan makanan yang terlalu asam.Hindari juga minuman yang mengandung kafein dan bersoda.
 
4. Hindari Tidur Setelah Makan
 
Sebaiknya jangan langsung tidur setelah sahur. Namun bila rasa kantuk tidak tertahankan, tidurlah dengan posisi setengah duduk. Pastikan kepala dan bahu tetap lebih tinggi daripada perut, sehingga dapat mencegah makanan yang di lambung berbalik ke kerongkongan.
 
5. Kendalikan Emosi atau Stress
 
Berpuasa bukan hanya untuk menahan rasa lapar saja, namun juga emosi seperti marah, sedih dan stress. Pasalnya pada saat seseorang dalam keadaan emosi atau stress terjadi perubahan hormonal dalam tubuh yang akan merangsang sel-sel dalam lambung untuk memproduksi asam lambung secara berlebihan.
 
6. Mengonsumsi Obat Maag
 
Bagi sebagian yang memiliki sakit maag, ada baiknya untuk mengonsumsi obat maag secara teratur guna mencegah maag kambuh tiba-tiba. Pada saat puasa jika mengalami gejala nyeri ulu hati, hal pertama yang harus dilakukan ialah mengonsumsi MYLOXAN tablet kunyah.
 
MYLOXAN tablet kunyah adalah antasida yang mengandung kombinasi magnesium hydroxide, aluminium hydroxide, dan simethicone. Kombinasi antara magnesium hydroxide dan Aluminium hydroxide memiliki kemampuan untuk menetralisir asam lambung dengan cepat. Sehingga dapat mengurangi rasa nyeri ulu hati akibat iritasi asam lambung.Sedangkan simethicone dapat membantu memecah gelembung-gelembung gas besar menjadi lebih kecil dan mengurangi tekanan gas (kembung) dalam saluran cerna.
 
Untuk penggunaan MYLOXAN tablet kunyah disarankan sebanyak 3-4 kali sehari. Saat bulan Ramadhan, konsumsilah1 tablet kunyah MYLOXAN sebelum makan sahur, 1 tablet saat berbuka puasa dan 1 tablet lagi sebelum tidur malam.MYLOXAN tablet kunyah bisa didapatkan di apotik dan toko obat terdekat
 
Itulah beberapa tips berpuasa yang bisa dilakukan untuk para penderita maag. Jadi, sudah nggak ada alasan lagi bagi penderita maag untuk tidak berpuasa, kan? Namun jika keluhan sakit tetap muncul meski sudah menerapkan tips diatas, sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter. Sehingga bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan menghindari kondisi lambung menjadi memburuk.(DTK)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C